- Tangkapan layar facebook
Viral, Rekaman CCTV Guru Ponpes di Bogor Diduga Pukul Santri Berkali-kali, Keluarga Lapor Polisi
tvOnenews.com - Lingkungan pendidikan semestinya menjadi tempat anak memperoleh ilmu, pembinaan karakter, sekaligus perlindungan selama menjalani proses belajar.
Namun, harapan tersebut kembali dipertanyakan setelah sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan kekerasan terhadap santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang guru terlihat mendatangi santri yang sedang duduk sendirian, kemudian mengambil benda panjang dan menggunakannya untuk memukul tangan korban berkali-kali.
Santri tersebut sempat berusaha menghentikan tindakan itu, tetapi pemukulan terlihat terus berlangsung. Rekaman tersebut memicu perhatian publik karena dugaan kekerasan terjadi di lingkungan yang seharusnya memberikan rasa aman kepada peserta didik.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kedisiplinan dalam pendidikan tidak boleh disamakan dengan kekerasan fisik.
Guru dan tenaga pendidik memang memiliki tanggung jawab membimbing perilaku santri, tetapi tindakan mendidik harus tetap menghormati keselamatan serta hak anak. Keluarga korban kini telah membawa persoalan tersebut ke jalur hukum, sementara polisi mulai melakukan penyelidikan.
Kronologi Video Guru Diduga Pukul Santri di Ponpes Bogor
Kasus dugaan penganiayaan ini menjadi sorotan setelah rekaman CCTV dari Pondok Pesantren Ibnu Taimiyah, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, beredar di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar pada Rabu (4/11/2026), awalnya terlihat sejumlah santri berada di dalam sebuah ruangan yang diduga merupakan kelas. Mereka kemudian disebut diminta keluar oleh guru yang bersangkutan.
Setelah ruangan ditinggalkan santri lainnya, guru tersebut menghampiri seorang santri laki-laki yang masih duduk sendirian.
Guru itu terlihat melepas sepatu, kemudian menggebrakkannya ke atas meja di hadapan korban. Tidak lama kemudian, ia mengambil sebuah benda panjang dan mendekati santri tersebut.
Benda itu selanjutnya digunakan untuk memukul bagian tangan korban secara berulang kali. Santri yang menjadi sasaran terlihat berusaha menghindari sekaligus menghentikan tindakan tersebut. Namun, pemukulan diduga tetap berlanjut.
Rekaman tersebut memunculkan perhatian terhadap pola pembinaan dan pengawasan di lingkungan pendidikan berasrama.
Sebab, santri yang tinggal di pesantren menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan lembaga pendidikan, sehingga aspek keamanan dan perlindungan menjadi hal mendasar.