- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Sebanyak 71.479 Jiwa Terdampak dan 2.440 Mengungsi Akibat Banjir di Jawa Tengah
Adapun di Kota Pekalongan, hujan tinggi menyebabkan limpasan dan luapan Sungai Bremi, sehingga 8.692 KK terdampak dan 2.400 jiwa mengungsi di empat kecamatan. Genangan air 10-100 cm merendam permukiman dan ruas jalan utama, termasuk Jalan Progo, Majapahit, Slamet, Kurinci, Singosari, Kampung Baru Tirto, wilayah Kalibaros, dan kawasan Pabean.
Genangan juga mengganggu jalur kereta api Surabaya–Jakarta di KM 88+6/7, sehingga dilakukan pengalihan jalur dan pembatalan jadwal.
Pengungsi tersebar di 24 titik, dengan lokasi terbesar di Aula Kecamatan Pekalongan Barat (449 jiwa), Masjid Alkaromah Tirto (370 jiwa), SDN Tirto 03 (348 jiwa), Rumah Bapak K.H. Din & TK ABA Tirto (146 jiwa), dan Masjid Khusnul Khuluq Tirto (129 jiwa).
"Dalam penanganan darurat, BNPB bersama BPBD provinsi/kabupaten/kota, TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta relawan melakukan evakuasi warga terdampak, pendirian posko dan dapur umum, distribusi logistik dan layanan kesehatan, serta pemantauan debit sungai dan asesmen dampak." jelas BNPB.
Petugas juga melakukan normalisasi jalur rel kereta api di wilayah terdampak. Selain itu, BNPB mengoperasikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat berbasis di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang untuk menurunkan intensitas hujan di wilayah terdampak dan daerah tangkapan air sekitarnya, sehingga curah hujan tidak terkonsentrasi di kawasan rawan banjir.
Hingga Senin (19/1/2026) pagi, genangan air masih terjadi di beberapa titik dan debit sungai terpantau fluktuatif, dengan potensi meningkat apabila hujan kembali turun. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (buz)