news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Puluhan Warga Mengamuk di Rumah Sakit Tuntut Kematian Peter Manuputty, Ini Sebabnya.
Sumber :
  • tvOne - zainal azkhari

Puluhan Warga Mengamuk di Rumah Sakit Tuntut Kematian Peter Manuputty, Ini Sebabnya

Puluhan warga Maluku yang menamakan diri sebagai warga Maluku Satu Rasa mengamuk di Rumah Sakit Premier Surabaya Sabtu (29/4) sore.
Minggu, 30 April 2023 - 13:47 WIB
Editor :

Ia mengaku tidak akan tinggal diam. Hartono menegaskan, pihaknya tetap memproses secara internal perihal dokter dan suster yang melayani kala itu.

"Prosesnya ini kan juga sudah berlangsung, apa yang terjadi itu kan yang jelas saya lakukan sesuatu agar pelayanan masyarakat agar lebih baik dan saya akan bertanggungjawab. Ada proses panjang, untuk dokter jaga awalnya memang tidak boleh di IGD, namun sampai terlatih dan paham betul, dokter Leo (yang menangani Peter Manuputty saat kritis) adalah dokter yang mampu untuk itu. Memang, saya akui kami bisa khilaf, tapi niat untuk buruk mungkin tidak," ujarnya.

Hartono lantas menganalogikan dokter tersebut bak prajurit perang. Sehingga, ketika karyawan ada kekhilafan, pimpinan tentu akan turun tangan.

"Artinya, saya tidak mau membawa ini sebagai kesalahan pribadi, tidak ada tentara yang salah, tapi jenderalnya yang salah," paparnya.

Sementara itu, istri almarhum Peter, Lisa Manuputty mengaku menerima permintaan maaf dari pihak RS Premier Surabaya. Namun, ia menjabarkan terlebih dulu kronologi yang ia alami kala itu.

"Saat itu, suami saya di rumah saturasi 60, kalo heart attack ada golden periode, penanganannya harus sekian detik, bukan menit. Pas itu, kondisi bapak (Peter) kepala di tengah saat dalam mobil, lalu saya bilang ke suster agar segera ditangani. Lalu pintu dibuka, suster bilang posisi melintang lalu saya masuk dan suster ambil temperatur dan ambil stiker, saya bilang ke suster saturasi 60 dan balik ke dalem sekitar 1 menit dalam posisi pintu terbuka," ungkap warga Medokan Semampir itu.

Lisa menerangkan, suster yang menerimanya kala itu menyatakan bed atau kapasitas ruangan pasien penuh. Sehingga, tidak bisa melayani Peter.

Lantas, Lisa tetap meminta ke suster agar segera ditangani. Namun, suster tetao menolak dan menyatakan tidak bisa.

"Pak Peter meninggal Selasa (25/4), pas mediasi pertama oleh dokter Leonardo saat itu, kalau memang meninggal ya sudah tidak apa-apa, asal dapat pertolongan lebih dulu. Kalau sudah ditolak dari depan, menurut saya tidak manusiawi sama sekali, lalu Pak peter dianggap apa, padahal saya sudah sampaikan ke suster dan disambungkan ke dokter jaga, otaknya dimana gitu loh," jelasnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral