- tim tvone - happy oktavia
Polemik Pelabuhan Perikanan di Banyuwangi, DPR RI : Menghadirkan Investor itu Susah Sekali
Banyuwangi, tvOnenews.com – Vakumnya Pelabuhan Masami di Kecamatan Kalipuro selama 5 bulan terakhir membuat Komisi V DPR RI angkat bicara. Keberadaan pelabuhan khusus perikanan yang baru berumur 10 bulan ini diharapkan dapat memberikan dampak perekonomian dan kemudahan-kemudahan bagi kapal ikan yang sandar disana.
"Tujuannya adalah pelayanan dan efisiensi. Tentu kami berharap, pelabuhan khusus perikanan ini berdampak terhadap perekonomian," kata Sumail Abdullah, Anggota Komisi V DPR RI saat di Banyuwangi.
Sumail juga menyinggung soal isu tarif tiket sandar kapal ikan yang diberlakukan di Pelabuhan Perikanan Masami.
"Mungkin tarif yang lama lebih rendah, tarif yang baru lebih tinggi, soal tarif ini saya kira tinggal disesuaikan saja," ujarnya.
Selain itu, Sumail berharap agar seluruh stakeholder harus memiliki komitmen untuk mendukung investasi.
"Karena menghadirkan investor itu susah sekali. Ketika ada investor lokal, tentu kami mengapresiasi karena akan membawa dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitarnya," sambungnya.
Politisi dari Partai Gerindra itu juga meminta apabila ada persoalan harus segera diakhiri, supaya iklim investasi di Banyuwangi bisa tetap terjaga dengan baik.
"Investor harus dilindungi, semuanya harus dilindungi, termasuk orang-orang yang menggunakan layanan dari investor juga terlindungi. Ya kita cari win-win solusi lah gimana nantinya," tegasnya.
Sumail juga sempat mendengar soal kapal ikan enggan sandar di Pelabuhan Masami karena faktor cuaca.
"Jika cuaca buruk, pemilik kapal alasannya takut sandar disana. Kondisi ini jangan sampai ditumpangi pihak-pihak lain yang semakin memperumit demi kepentingan tertentu," kata Sumail.
Temuan persoalan yang terjadi pada pelabuhan di Banyuwangi ini akan disampaikan Sumail dalam forum diskusi di level pusat.
“Akan kita sampaikan ke kementerian dan lembaga, dengan harapan ada titik temunya," tutupnya. (hoa/hen)