- khumaidi
Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Temukan Sebagian Besar Daging yang Dijual Merupakan Daging Gelonggongan
Sidoarjo, tvOnenews.com - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo mengungkapkan fakta bahwa sebagian besar daging yang dijual di pasar Sidoarjo merupakan daging gelonggongan berdasarkan survei yang dilakukan di lima pasar besar di Sidoarjo.
Kabid Produksi Peternakan Dispaperta Sidoarjo, Tony Hartono, mengatakan survei di lima pasar besar Sidoarjo yakni Krian, Larangan, Gedangan, Porong dan Taman dengan mengambil sampel daging dan 88 persen merupakan daging gelonggongan.
Ia menjelaskan daging gelonggongan tersebut berasal dari sapi yang diberi minum secara berlebihan sebelum disembelih untuk menambah berat daging agar pedagang mendapatkan keuntungan lebih besar.
"Praktik ini membuat kualitas daging menurun, karena protein ikut larut bersama air yang keluar. Selain itu, daging gelonggongan lebih cepat busuk dan memiliki risiko kesehatan bagi konsumen, terutama jika air yang digunakan tidak higienis," ucapnya.
Ia melanjutkan, pemotongan sapi gelonggongan sulit diawasi karena ketika disidak, penyembelihan sering dilakukan di luar daerah seperti di wilayah Gresik.
"Saat Dispaperta melakukan sidak ke Tempat Pemotongan Hewan (TPH), sering tidak menemukan aktivitas pemotongan sapi gelonggongan, tapi setelah sidak selesai, praktik tersebut kembali dilakukan secara diam-diam," terang Tony.
Lebih lanjut ia mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah berusaha mengubah pola pikir masyarakat dengan melakukan edukasi langsung. Yaitu dengan memberi pemahaman kepada konsumen di pasar tentang bahaya daging gelonggongan dan bagaimana cara memilih daging yang berkualitas.
"Selain itu, pemerintah juga memperketat regulasi terkait produk hewan. Sebagaimana, kebijakan kewajiban sertifikasi halal yang sudah diteken pada 17 Oktober 2024 dimana Pemerintah mempunyai regulasi, untuk produk-produk hewan saat ini harus mempunyai Nomor Kontrol Veteriner (NKV), itu merupakan syarat, daging harus dapat dipastikan keamanannya sebelum dipasarkan," tegasnya.
Tony menyarankan, agar konsumen membeli daging dari sumber yang terpercaya seperti di supermarket yang sudah memenuhi standar kesehatan dan sudah pasti kehalalan karena ada syarat-syarat yang harus dipenuhi," katanya.
Saat ini pihaknya masih berupaya memperkenalkan ciri-ciri daging gelonggongan kepada masyarakat.
"Salah satu cara membedakannya adalah dengan memperhatikan tekstur daging yang cenderung lebih lembek dan berair dibandingkan daging berkualitas baik," ungkapnya.