news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Aksi sound horeg dan dancer seksi saat bangunin sahur di area jalan Ploso, Jombang viral di media sosial..
Sumber :
  • tvOne - Rochmad Adi

Viral! Aksi Membangunkan Sahur di Jombang Pakai Sound Horeg dan Dancer Seksi

Sorotan publik menguat ketika dalam salah satu video tampak seorang penari berpakaian ketat berjoget di depan sound system milik Aprelia Production. Penari tersebut terlihat menerima saweran dari sejumlah penonton di tengah iring-iringan konvoi.
Selasa, 24 Februari 2026 - 16:45 WIB
Reporter:
Editor :

Jombang, tvOnenews.com - Sahur On The Road (SOTR) di wilayah utara Kabupaten Jombang mendadak viral di media sosial dan menuai polemik. Kegiatan membangunkan sahur warga pada Minggu (22/2) dini hari itu disorot karena diiringi sound system berdaya besar dan aksi joget dancer seksi yang dinilai tidak selaras dengan suasana Ramadan.

Video konvoi tersebut ramai beredar di TikTok dan media sosial lainnya hingga memancing beragam reaksi warganet. Dalam rekaman terlihat ratusan hingga ribuan peserta mengendarai sepeda motor secara beriringan sejak dini hari melintasi jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, menuju Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh.

Sorotan publik menguat ketika dalam salah satu video tampak seorang penari berpakaian ketat berjoget di depan sound system milik Aprelia Production. Penari tersebut terlihat menerima saweran dari sejumlah penonton di tengah iring-iringan konvoi.

Kegiatan yang semula identik dengan tradisi membangunkan warga untuk sahur itu berubah menjadi hiburan jalanan dengan dentuman sound horeg. Kapolsek Ploso Kompol Achmad Chairuddin menegaskan bahwa kegiatan SOTR tersebut tidak mengantongi izin dari kepolisian maupun pemerintah desa.

“Kegiatan itu tidak ada izin. Kami tidak pernah memberikan persetujuan, begitu pula pemerintah desa. Kepala desa mengetahui setelah ada laporan masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/2).

Kompol Achmad mengatakan informasi baru diterima aparat setelah video konvoi viral dan warga menyampaikan keluhan karena merasa terganggu oleh suara sound system berdaya besar.

Menurut Kompol Chairuddin kejadian serupa juga pernah terjadi pada awal Ramadan tahun lalu. Saat itu, kepolisian melakukan langkah pencegahan agar kegiatan tidak berkembang dan menimbulkan gangguan ketertiban umum.

Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa serupa, Polsek Ploso akan meningkatkan patroli selama Ramadan 2026. Pengamanan akan dilakukan bersama Polsek Kabuh serta melibatkan unsur pemerintah desa setempat.

Sekretaris Desa Jatibanjar Hengki membenarkan adanya kegiatan tersebut. Namun, acara itu bukan agenda resmi pemerintah desa. “Kalau sampai ada jogetan seperti itu tentu tidak pantas, apalagi di bulan Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik Aprelia Production, Aprelia menjelaskan bahwa lebih dari sepuluh sound horeg ikut serta dalam kegiatan sahur keliling tersebut. Dia mengungkapkan kegiatan itu murni inisiatif komunitas sound system di Jombang dan tidak ada pihak yang secara khusus menyewa. “Kami hanya keliling lalu berkumpul di satu titik. Ini rutin tiap Ramadan,” katanya.

Rombongan disebut berangkat dari Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu, dan tiba di Jatibanjar sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu lokasi sudah dipadati warga sehingga arus lalu lintas sempat tersendat hingga pagi hari.

Terkait viralnya penari di depan sound system miliknya, Aprelia menegaskan pihaknya tidak menghadirkan atau menyewa penari tersebut. “Kami tidak membawa dancer. Orangnya sudah ada di sana sebelumnya,” ungkapnya. (roi/ias)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral