- tim tvone - khumaidi
Konflik Timur Tengah, 58 Ribu Jamaah Umroh Indonesia Masih di Arab Saudi
Sidoarjo, tvOnenews.com - Konflik perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah berdampak pada perjalanan umroh warga negara Indonesia. Meski situasi keamanan di sejumlah wilayah memanas, perjalanan umroh dari dan menuju Indonesia hingga kini masih dibuka melalui penerbangan langsung (direct) ke Jeddah dan Madinah yang melintasi kawasan Yaman.
Ketua Umum Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia, Amaludin Wahab, menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 58 ribu jamaah umroh asal Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.
“Sekitar 58 ribu jamaah umroh Indonesia saat ini masih berada di Saudi. Untuk penerbangan direct masih bisa dilakukan,” ujarnya saat ditemui di Sidoarjo.
Menurut Amaludin, penerbangan umroh langsung saat ini dilayani oleh dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, yang tetap beroperasi melalui jalur penerbangan di atas wilayah Yaman.
Namun, konflik yang terjadi, kata Amaludin, membuat sejumlah biro perjalanan memilih menunda keberangkatan jamaah. Banyak calon jamaah yang memutuskan untuk menunggu situasi lebih kondusif sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di sisi lain, penundaan keberangkatan menimbulkan persoalan baru. Tiket pesawat dan akomodasi hotel di Arab Saudi sebagian besar belum bisa dijadwal ulang (reschedule), sehingga biro perjalanan masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji Indonesia maupun otoritas terkait di Arab Saudi.
"Tadi saat saya zoom dengan Kementerian Haji dan Umroh, pihak kementerian akan mengupayakan untuk berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi untuk melobikan pihak hotel disana supaya bisa dijadwal ulang," terangnya.
Selain itu, sejumlah jamaah umroh dilaporkan sempat tertahan saat transit di Bandara Abu Dhabi dan Qatar akibat kondisi darurat perang di kawasan tersebut. Pihak travel saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan kepulangan jamaah dapat berjalan lancar dan aman.
Amaludin pun mengimbau para calon jamaah umroh untuk bersabar jika ingin melakukan penjadwalan ulang perjalanan. Ia memastikan, pihak asosiasi dan biro perjalanan terus mengupayakan solusi terbaik bersama pemerintah Indonesia dan Arab Saudi pasca konflik yang terjadi.
“Kami berharap jamaah tetap tenang dan bersabar. Saat ini koordinasi masih terus dilakukan agar perjalanan umroh bisa berjalan aman dan tertib,” pungkasnya. (khu/hen)