- tim tvone - kasianto
Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah Warga di Kapas Sukomoro, Nganjuk Terendam Banjir
Nganjuk, tvOnews.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nganjuk pada Senin (16/3) malam hari, menyebabkan air sungai meluap dan merendam pemukiman warga di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.
Akibat kejadian tersebut, ratusan Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 50 sentimeter. Air masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotan, serta akses jalan desa digenangi air bercampur lumpur.
Kepala Kelurahan Kapas Rini Margowati mengaku, banjir terjadi secara cepat setelah debit air sungai meningkat drastis pada pukul 20.00 Wib. Air datang tiba-tiba, masuk rumah warga.
Ia menjelaskan, untuk rumah warga yang terdampak berada di empat RW. Genangan air selain masuk ke dalam rumah warga, juga merendam sumur air bersih.
Menurut Rini, pada pukul 20.00 malam, tanggul di belakang rumah warga jebol, karena jebolnya lebar air meluber semua, hampir seluruh wilayah RW di Kelurahan Kapas, terendam banjir bahkan kantor desa pun juga tergenang air.
"Banjir, tahun ini paling parah, meskipun sebelumnya Kelurahan Kapas juga sering banjir. Banjir sekarang ini hanya dua RW yang tidak terdampak banjir," ujar Rini.
"Setiap tahun Kelurahan Kapas selalu banjir, namun tahun ini merupakan paling parah karena saking deras air, hingga merendam enam RW dan air mengarah ke selatan," jelas Rini.
Dikonfirmasi apakah ada warga yang diungsikan, Rini mengatakan, ada tiga balita karena rumah milik orang tuanya tergenang air.
Sementara berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk, hujan deras sejak Senin sore (16/3), menyebabkan peningkatan debit aliran di Sungai Kuncir Kanan hingga air meluap dan masuk ke jalan desa serta pemukiman warga. Tinggi muka air tercatat mencapai sekitar 20 cm di jalan raya dan hingga 50 cm di lingkungan pemukiman yang berada di area cekung.
Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo menjelaskan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 300 kepala keluarga, dengan ketinggian air di dalam rumah warga berkisar 40–50 cm. Selain itu, dilaporkan adanya tanggul yang jebol, namun titik pastinya masih dalam proses penelusuran.
"Tim gabungan dari BPBD Nganjuk, BPBD Jawa Timur, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, relawan, serta masyarakat bergerak cepat melakukan asesmen dan koordinasi penanganan. Petugas juga telah mengevakuasi tiga balita dari RW 04 RT 04 ke rumah kerabat yang berada di lokasi lebih aman," jelas Sutomo.
Hingga Selasa dini hari kondisi di lokasi terpantau genangan air mulai berangsur surut. Tim gabungan masih terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi. (kso/hen)