news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Belasan Mahasiswi Diduga Jadi Korban, UNU Blitar Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus.
Sumber :
  • Muhammad Imron

Belasan Mahasiswi Diduga Jadi Korban Pelecehan Dosen, UNU Blitar Tegaskan Komitmen Penanganan Kasus

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar atau UNU Blitar menyita perhatian publik.
Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB
Reporter:
Editor :

Blitar, tvOnenews.comKasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar atau UNU Blitar menyita perhatian publik. Belasan mahasiswi mengaku menjadi korban tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan dosen tersebut saat proses perkuliahan hingga kegiatan bimbingan tugas.

Para korban menyebut tindakan pelecehan dilakukan secara verbal maupun non verbal. Dugaan tindakan tidak pantas itu disebut terjadi di dalam kelas hingga saat bimbingan mata kuliah di rumah terduga pelaku. Sementara oknum dosen tersebut sebelumnya juga pernah tersandung kasus serupa dan sempat tidak diperkenankan mengajar. Namun setelah kembali aktif mengajar, dugaan pelecehan kembali terjadi.

Pihak kampus kini telah menonaktifkan sementara tugas mengajar dosen yang bersangkutan. Universitas juga tengah melakukan penyelidikan internal sesuai aturan yang berlaku di lingkungan kampus.

“Sebagai bentuk ketegasan institusi sekaligus untuk menjaga independensi pemeriksaan BPP UNU Blitar memutuskan menonaktifkan sementara terduga pelaku,” kata Sekretaris BPP UNU Blitar, Rudiyanto Hendra Setiawan.

Rudi membenarkan adanya penanganan kasus tersebut oleh pihak universitas. Hingga kini, baru satu korban yang berani melaporkan dugaan tindakan cabul tersebut dengan menyertakan barang bukti berupa percakapan WhatsApp.

UNU Blitar menegaskan komitmennya dalam menangani dugaan kasus kekerasan seksual tersebut dengan mengedepankan perlindungan mahasiswa, integritas akademik, dan pembenahan tata kelola kampus.

“Kampus telah mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) setelah menerima laporan dari seorang mahasiswi,” imbuhnya.

Menurutnya, Satgas PPKPT langsung melakukan penelusuran awal, memberikan pendampingan kepada pelapor, serta membuka ruang pelaporan bagi pihak lain yang diduga menjadi korban maupun mengetahui peristiwa tersebut.

Selain itu, BPP UNU Blitar juga membentuk Satgas Etik guna memastikan proses pemeriksaan berjalan independen, profesional, objektif, dan akuntabel sesuai ketentuan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021.

Satgas Etik juga menerima perwakilan PMII Komisariat UNU Blitar dan LPM Bhanu Tirta yang mendampingi 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban. Saat ini, seluruh data dan keterangan masih dalam proses verifikasi secara menyeluruh.

Untuk menjaga independensi pemeriksaan, BPP UNU Blitar memutuskan menonaktifkan sementara terduga pelaku dari seluruh aktivitas kampus. Penonaktifan tersebut meliputi kegiatan mengajar, pembimbingan akademik, pendampingan mahasiswa, aktivitas kelembagaan, hingga penggunaan fasilitas kampus.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral