- Tim tvone - tim tvone
ISKI Jatim Dilantik, Soroti Etika Komunikasi Gen Z di Era Digital
Surabaya, tvOnenews.com - Pengurus baru Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur, yang diketuai Dr Suko Widodo secara resmi dilantik di sebuah cafe di Surabaya, Selasa (19/5) siang.
Kepengurusan baru ISKI Jatim menyoroti pembenahan etika komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda Gen Z di tengah masifnya penggunaan media sosial (medsos).
Ketua Umum ISKI Pusat, Prof Atwar Bajari menyampaikan, pelantikan pengurus ISKI Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mengaktifkan peran organisasi di daerah.
Atwar menyebutkan, selama ini aktivitas ISKI di wilayah belum banyak terekspos. Karena itu, di bawah kepemimpinan Suko Widodo, ISKI Jatim diharapkan mampu menyusun agenda komunikasi yang lebih baik dan berdampak bagi masyarakat.
“Kami berharap kedepan bisa semakin menyusun agenda komunikasi yang lebih baik, terutama dalam penanganan komunikasi publik kita yang mungkin masih tercerai-berai, masih menimbulkan konflik antar pihak,” ungkap Atwar
Guru besar dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) itu berharap ISKI dapat mengambil peran dalam membangun komunikasi publik yang lebih sehat dengan melibatkan para sarjana komunikasi dari berbagai bidang profesi.
Sementara itu, Ketua ISKI Jatim Dr Suko Widodo menegaskan kepengurusan baru akan membuka ruang kolaborasi lebih luas, tidak hanya melibatkan akademisi, tetapi juga wartawan, manajer perusahaan, anggota DPR, hingga komisioner lembaga.
Suko menambahkan, pengembangan ilmu komunikasi harus dibangun dari kombinasi teori dan pengalaman lapangan.
“Keilmuan komunikasi itu harus dikembangkan tidak hanya textbook, tapi juga belajar dari lapangan,” ujarnya.
Agenda paling mendesak, ISKI Jatim menyoroti persoalan etika komunikasi anak muda di era digital. Ia menilai media sosial membuat banyak anak muda sangat aktif di dunia maya, tetapi justru minim ekspresi dalam komunikasi langsung.
“Sinyal netizen di media sosial lantangnya luar biasa, tapi ketika bertemu di kelas kadang mereka diam. Kami harus menemukan jalan untuk menguatkan anak-anak agar lebih human dalam komunikasi,” tuturnya.
Pria berkumis asal Madiun ini menilai perkembangan teknologi juga berpotensi memunculkan dehumanisasi dalam komunikasi jika tidak diimbangi kemampuan membangun relasi secara langsung.
Tak hanya itu, ISKI Jatim juga menyoroti pola komunikasi pejabat publik yang dinilai masih lebih banyak berorientasi pada promosi dibanding membangun dialog dengan masyarakat.
"Komunikasi tak sekedar bicara, melainkan juga mendengarkan. Banyak lembaga lebih banyak berpromosi daripada berkomunikasi," ucap Suko.
Komunikasi publik yang sehat harus memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan kritik sebagai bagian dari proses komunikasi yang utuh," pungkas penggemar nasi pecel ini. (hen)