news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Apresiasi Tim Kyai Lodra Peraih Piala Bergilir Presiden RI.
Sumber :
  • Tim tvone - tim tvone

Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi Tim Kyai Lodra Peraih Piala Bergilir Presiden RI, Perkuat Ekosistem Kebudayaan dan Regenerasi Reog Ponorogo

Gubernur Khofifah beri apresiasi kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra yang berhasil meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI.
Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:18 WIB
Reporter:
Editor :

Surabaya, tvOnenews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra yang berhasil meraih Juara Umum Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia. Apresiasi tersebut diberikan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, minggu lalu.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada 77 tim Kyai Lodra yang telah berhasil menjadi juara umum festival Reog Ponorogo. Mereka mendapatkan apresiasi berupa piagam penghargaan dan uang apresiasi masing-masing sebesar Rp1 juta. Sementara itu, Tim Kesenian Kyai Lodra menerima piagam penghargaan serta uang pembinaan sebesar Rp40 juta atas prestasi yang diraih.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan Tim Kyai Lodra bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Ponorogo, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Timur. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa kesenian tradisional mampu terus berkembang, beradaptasi, dan tampil unggul di tengah dinamika zaman.

"Keberhasilan tim kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi dan kualitas terbaiknya di tengah dinamika zaman. Tradisi bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya," ujarnya.

Khofifah menambahkan, Reog Ponorogo bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan identitas budaya Jawa Timur yang sarat akan nilai keberanian, ketangguhan, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya pelestarian Reog harus terus diperkuat melalui berbagai upaya pembinaan, regenerasi, dan pemberian ruang kreativitas bagi para seniman, khususnya generasi muda, agar kesenian tradisional tetap hidup dan dicintai lintas generasi.

Di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, Khofifah menilai budaya tradisional justru memiliki peran strategis sebagai penanda jati diri bangsa sekaligus sumber pembentukan karakter masyarakat.

"Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kita juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral