- tim tvOne
Sekolah Rakyat Surabaya Terima 270 Siswa Baru, Gus Ipul Pastikan Gedung Permanen Rampung Juli
Surabaya, tvOnenews.com - Kementerian Sosial terus memperluas akses pendidikan yang layak bagi warga kurang mampu. Melalui program Sekolah Rakyat, Kota Surabaya kini telah menjaring 270 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027, mencakup jenjang pendidikan dasar, menengah pertama, hingga menengah atas.
Kegiatan ini dipantau langsung oleh Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat mengunjungi lokasi pendidikan tersebut, Jumat (26/6). Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan para wali murid serta calon peserta didik.
Sekolah Rakyat rintisan di Surabaya pertama kali beroperasi pada tahun ajaran 2025/2026 dan sementara waktu memanfaatkan lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai tempat belajar. Ke depannya, pembangunan gedung permanen sudah berjalan di kawasan Kedung Cowek, Surabaya, dan ditargetkan selesai pada Juli ini dengan kapasitas hingga 1.000 siswa.
Penerimaan peserta didik tidak dilakukan melalui pendaftaran bebas, melainkan melalui penyaringan ketat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial agar tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.
Menurut Gus Ipul, saat ini sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Meski begitu, jumlah daya tampung yang ada belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan nyata di lapangan.
“Masih jauh dari cukup, ya. Tapi setidaknya langkah-langkah sudah kita mulai. Nanti kalau sudah berjalan, kita lihat perkembangannya. Kita akan melakukan kerja sama dengan lebih banyak pihak sehingga bisa menampung lebih banyak lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah, belum bersekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah,” ujar Gus Ipul.
Salah satu calon siswa jenjang SMA yang beruntung diterima, Febri, mengaku sangat bahagia bisa mendapatkan kesempatan menimba ilmu di Sekolah Rakyat. Ia mengaku tak menyangka fasilitas yang disediakan sangat lengkap dan nyaman, setara dengan lembaga pendidikan bertaraf internasional.
“Saya sangat senang dan bersyukur sekali bisa diterima di sini. Tidak pernah saya bayangkan anak dari keluarga sederhana seperti saya bisa belajar dengan fasilitas selengkap ini. Semuanya tertata rapi, lengkap, dan nyaman, persis seperti apa yang sering saya dengar tentang sekolah-sekolah internasional,” ungkap Febri dengan wajah gembira.
Kementerian Sosial berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak anak bangsa dari kalangan kurang mampu tetap bisa menempuh pendidikan hingga tamat. (gol)