- Istimewa
JCFF 2026 Dorong Kopi dan Rempah Jawa Timur Tembus Pasar Global
Surabaya, tvOnenews.com - Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan Java Coffee Flavors Fest (JCFF) di Kota Surabaya. Tahun 2026 menjadi tahun kelima perhelatan JCFF yang kini menghadirkan beragam pelaku usaha kopi, teh, kakao dan produk rempah lainnya.
JCFF 2026 mengusung tema From Local Flavors to Global Horizons dengan tujuan untuk mengenalkan, mengangkat dan mempromosikan komoditas kopi, teh, kakao dan rempah lainnya hingga ke panggung dunia.
Terlebih, kopi dan teh merupakan dua komoditas yang jumlahnya melimpah di Indonesia. Di Jawa Timur, jumlah produksi kopi mencapai 53 ribu ton dan menjadi salah satu provinsi penyumbang kopi terbesar secara nasional. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggaraan JCFF sebagai wadah untuk memperkuat promosi dan pengembangan komoditas unggulan daerah.
Acara yang digelar di Alun-alun Surabaya ini, tidak hanya menghadirkan pelaku usaha kopi maupun rempah lain, namun juga melibatkan sekitar 50 pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia Jawa Timur maupun mitra BI untuk menggerakkan roda perekonomian Jawa Timur.
Selain itu, JCFF 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, BI, perbankan, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat dalam mengakselerasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang inovatif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Rangkaian agenda JCFF 2026 juga dilengkapi dengan business matching, workshop, talkshow, pelatihan, hingga beragam kompetisi yang bisa diikuti oleh komunitas maupun masyarakat.
Selama tiga hari digelar, mulai 17 hingga 19 Juli 2026, JCFF ditargetkan mampu melampai tahun sebelumnya yaitu
130 ribu pengunjung dengan total nilai transaksi mencapai Rp107 miliar.
Sementara dalam acara penutupan JCFF 2026, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim berharap, upaya meningkatkan daya saing UMKM dan membawa produk unggulan Indonesia ke pasar global dapat terus berlanjut.
"Hari ini yang berakhir hanyalah seremoni. Semangat untuk membangun UMKM dan membawa produk Indonesia ke pasar dunia harus terus berlanjut," ujar Ibrahim, Minggu (20/7). (far)