- tim tvone - tim tvone
Gubernur Khofifah Hadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Jatim, Optimis Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan
Khofifah kemudian menyoroti salah satu pesan utama Hari Pramuka tahun ini, yakni dukungan terhadap swasembada pangan. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan salah satu daerah penyangga utama pangan nasional.
Berdasarkan Angka Tetap BPS Provinsi Jawa Timur yang dirilis 2 Februari 2026, luas panen padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare. Dari luasan tersebut, produksi padi mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi pangan penduduk.
Kinerja sektor pangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif pada 2026. Berdasarkan potensi produksi Januari–Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG, atau tumbuh 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka tersebut setara dengan sekitar 5,69 juta ton beras dan menempatkan Jawa Timur sebagai daerah dengan potensi produksi padi tertinggi secara nasional.
Capaian tersebut, kata Khofifah, menjadi peluang bagi Gerakan Pramuka untuk ikut mengambil bagian dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan. Pramuka dapat menjadi ruang edukasi sekaligus praktik nyata bagi generasi muda untuk mengenal pertanian, pangan, lingkungan, dan kemandirian sejak dini.
"Karena itu, saya menyambut baik semangat 'Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan' yang dapat disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Provinsi Jawa Timur. Saya juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya, dalam membuka akses pendidikan bagi Pramuka berprestasi," terangnya.
Khofifah menilai, gerakan tersebut dapat menjadi contoh bagaimana pendidikan karakter di lingkungan Pramuka diintegrasikan dengan kebutuhan strategis daerah dan nasional. Ketahanan pangan, kata dia, bukan hanya urusan pemerintah atau petani, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Unesa, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi anggota Pramuka berprestasi. Menurutnya, kolaborasi antara pendidikan, organisasi kepemudaan, dan pemerintah merupakan investasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
"Kolaborasi seperti ini harus terus diperluas, karena investasi terbaik bagi masa depan Jawa Timur adalah investasi pada manusia,” ucapnya.