news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Coding dan AI Masuk Sekolah, Tapi Tantangan Pendidikan Bukan Sekadar Soal Teknologi.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Coding dan AI Masuk Sekolah, Tapi Tantangan Pendidikan Bukan Sekadar Soal Teknologi

Coding dan AI semakin masuk ke ruang kelas. Data OECD menunjukkan kemampuan berpikir kreatif menjadi tantangan penting pendidikan, sementara teknologi
Kamis, 17 September 2026 - 23:33 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Teknologi semakin sulit dipisahkan dari dunia pendidikan. Namun, pertanyaan pentingnya bukan lagi apakah sekolah perlu menggunakan perangkat digital, melainkan bagaimana teknologi tersebut benar-benar mengubah cara siswa belajar dan memecahkan persoalan.

Kehadiran coding dan kecerdasan artifisial atau AI menjadi bagian dari perubahan tersebut. Keduanya menawarkan lebih dari sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat. Coding dapat memperkenalkan cara berpikir terstruktur, sedangkan AI membuka ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi informasi, menguji gagasan, dan memahami cara teknologi menghasilkan sebuah solusi.

Persoalannya, adopsi teknologi tidak otomatis menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Data OECD dalam PISA 2022 menunjukkan tantangan tersebut. Ketika kemampuan berpikir kreatif untuk pertama kalinya diukur, hanya 31 persen siswa Indonesia yang mencapai setidaknya tingkat dasar, dibandingkan 78 persen siswa rata-rata negara OECD. Di Singapura, yang mencatat skor tertinggi dalam pengukuran tersebut, angka skor rata-ratanya mencapai 41, sementara rata-rata OECD berada di 33.

Teknologi Masuk Kelas, Cara Belajar Harus Berubah

Angka tersebut memberi konteks pada perdebatan mengenai transformasi digital di sekolah. Menambah perangkat atau aplikasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih menentukan adalah bagaimana teknologi digunakan untuk mendorong siswa menghasilkan gagasan, mempertanyakan informasi, mencoba pendekatan berbeda, dan menyelesaikan masalah.

OECD juga mencatat bahwa penggunaan perangkat digital untuk pembelajaran sudah cukup tinggi di Indonesia. Sebanyak 67 persen siswa dilaporkan menggunakan perangkat digital untuk kegiatan belajar setidaknya satu jam setiap hari di sekolah. Angka tersebut berada di atas rata-rata OECD sebesar 55 persen. Namun, hubungan antara penggunaan perangkat digital untuk belajar dan kemampuan berpikir kreatif dinilai positif tetapi relatif terbatas.

Dengan kata lain, persoalannya bukan semata-mata ada atau tidaknya teknologi di ruang kelas. Pola penggunaannya menjadi faktor penting. Perubahan tersebut dari sisi kebutuhan kompetensi siswa dan pendidik.

Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Keterampilan coding dan AI menjadi bagian penting dari proses ini karena dapat membantu mempersiapkan pendidik dan siswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi,” ujar Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia, melansir dari Antara.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:06
02:22
01:53
06:32
02:30
02:51

Viral