- tvOne - khumaidi
Jargas Resmi Beroperasi di Sidoarjo, Warga Klaim Pengeluaran Gas Lebih Hemat
Sidoarjo, tvOnenews.com - Program Jaringan Gas Bumi Rumah Tangga (Jargas) di Kabupaten Sidoarjo telah resmi dioperasikan. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman, didampingi Bupati Sidoarjo Subandi, meninjau langsung kesiapan dan pelaksanaan Jargas di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
Dalam kunjungannya, Dudung menyatakan bahwa pengoperasian Jargas merupakan wujud nyata komitmen pemerintah agar program pembangunan tidak hanya selesai dibangun, tetapi benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadirannya di lapangan bertujuan memastikan jaringan berfungsi baik dan dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Sebelum jaringan gas ini beroperasi, banyak kendala yang dihadapi, terkait lingkungan hidup, pembebasan lahan, urusan pertanahan ATR/BPN, hingga keselarasan dengan pemerintah daerah. Sumbatan-sumbatan inilah yang menghambat proses, sehingga KSP turun langsung untuk menyelesaikannya,” tegas Dudung.
Berbagai persoalan tersebut diselesaikan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga. Dudung juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Gresik yang dinilai responsif mempercepat urusan perizinan dan retribusi daerah.
Apresiasi serupa disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang telah mendukung penuh pelaksanaan program ini.
Selain memastikan infrastruktur berjalan lancar, Dudung ingin mengetahui secara langsung dampak ekonomi Jargas dibandingkan penggunaan tabung LPG.
“Kami ingin mendengar langsung dari pengguna. Apakah ada keuntungan secara ekonomi, apa saja kemudahan yang dirasakan masyarakat dibandingkan sebelum menggunakan Jargas?” ujarnya.
Salah satu warga yang telah menikmati manfaat Jargas adalah Indah Widyaningsih, warga Desa Kalipecabean. Ia mengaku proses pendaftaran sambungan sangat mudah, cukup melampirkan KTP dan Kartu Keluarga.
“Syaratnya hanya KTP dan KK, tidak rumit,” ungkap Indah.
Tidak hanya biaya sambungan yang gratis, warga juga mendapatkan kompor khusus gas bumi tanpa dipungut biaya.
“Kompornya pun diberikan secara cuma-cuma, gratis,” tambahnya.
Secara ekonomi, Indah merasakan pengeluaran rumah tangganya menjadi jauh lebih ringan. Sebelumnya, ia menghabiskan tiga tabung LPG ukuran 3 kilogram setiap bulan dengan total biaya sekitar Rp75.000. Kini, dengan Jargas, pengeluarannya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp45.000 per bulan.
“Selain lebih hemat, gas tersedia 24 jam lewat jaringan, jadi tidak perlu repot membeli dan mengganti tabung lagi. Praktis sekali,” kata Indah.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas program ini.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program Jargas ini sangat membantu ibu rumah tangga. Semoga ke depannya semakin berkembang dan lebih banyak warga yang bisa menikmatinya,” ucapnya haru.
Pengembangan Jargas di Sidoarjo akan terus dilakukan secara bertahap. Dudung menjelaskan, pemerintah menargetkan memperluas jaringan ke seluruh 16 kecamatan di Sidoarjo dengan mempertimbangkan kesiapan anggaran. Perluasan ini diharapkan semakin banyak warga yang menikmati energi bersih, murah, dan praktis sekaligus mendukung efisiensi energi nasional. (khu/gol)