- tvOne - wawan sugiarto
Tanggap Darurat Kekeringan di Lumajang Diperpanjang hingga Desember, 6 Kecamatan Krisis Air Bersih
Lumajang, tvOnenews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memperpanjang masa tanggap darurat bencana kekeringan akibat musim kemarau. Perpanjangan dilakukan karena krisis air bersih masih melanda enam kecamatan di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari, terhitung sejak 14 Juli hingga 7 Oktober 2026.
Kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang resmi memperpanjang status tanggap darurat tersebut hingga 11 Desember 2026.
Kalaksa BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat dilakukan karena musim kemarau masih menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Enam kecamatan yang terdampak kekeringan meliputi Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
“Jadi, untuk tanggap darurat kekeringan sudah kita perpanjang sejak tanggal 8 Oktober sampai 11 Desember 2026,” ucap Isnugroho di Lumajang, Rabu (14/10/2026).
Selama masa perpanjangan tanggap darurat, BPBD Lumajang terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Sebanyak enam armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter disiagakan untuk mendukung distribusi air bersih.
“Jadi, untuk update titik kekeringan itu berdasarkan laporan ada target 250 titik droping, dan sampai saat ini distribusi air masih lancar dibantu relawan juga,” tambahnya.
Isnugroho menyebut musim kemarau di wilayah Lumajang diprediksi baru berakhir pada Desember 2026. Untuk memperkuat penanganan krisis air bersih, Pemkab Lumajang juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar turut membantu penanganan di wilayah terdampak.
“Semoga prediksi BMKG tidak meleset awal November sudah hujan, walaupun di Lumajang prediksinya Desember. Kalau kekeringan bisa teratasi otomatis tanggap darurat akan dihentikan,” ungkapnya. (wso/gol)