- Antara
70 Persen Pekerja JIIPE Berasal dari Lokal, Kawasan Industri Gresik Ini Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Timur
tvOnenews.com - Kehadiran kawasan industri tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau jumlah pabrik yang berdiri. Dampak yang dirasakan masyarakat sekitar, mulai dari kesempatan kerja hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi, menjadi salah satu indikator penting untuk menilai manfaat pembangunan industri bagi daerah.
Di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian pemerintah karena kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen pekerja di industri yang beroperasi di kawasan tersebut berasal dari Gresik dan wilayah Jawa Timur.
Besarnya keterlibatan tenaga kerja lokal dinilai menunjukkan bahwa investasi industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kapasitas produksi.
Aktivitas perusahaan juga berpotensi menggerakkan perdagangan, jasa, dan kegiatan ekonomi lain di sekitar kawasan. Karena itu, pemerintah menilai masyarakat perlu memahami manfaat keberadaan kawasan industri sekaligus keterkaitannya dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
JIIPE Serap 70 Persen Tenaga Kerja Lokal, Ekonomi Gresik Ikut Bergerak
Saat berkunjung ke JIIPE pada Jumat (16/10/2026), Sarmuji mengapresiasi kontribusi kawasan industri terintegrasi tersebut terhadap perekonomian Gresik. Menurut dia, penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat dari aktivitas industri.
“Ya, itu harus ada sosialisasi tentang kemanfaatan sebuah kawasan industri. Seperti Gresik ini kan mendapatkan manfaat yang cukup besar ya, adanya JIIPE, tenaga kerjanya keserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri,” ujar Sarmuji melansir dari ANTARA, Sabtu (17/10).
Ia kemudian menegaskan besarnya porsi pekerja dari daerah sekitar yang terlibat dalam kegiatan industri di kawasan tersebut.
“Tenaga kerja yang terserap di industri yang ada di JIIPE ini 70 persennya adalah warga lokal di Gresik dan Jawa Timur,” tambah Sarmuji.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya keterhubungan antara investasi dan masyarakat setempat. Ketika industri merekrut tenaga kerja dari daerah sekitar, manfaatnya tidak berhenti pada pendapatan pekerja.