news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Terduga pelaku kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun saat diamankan, Senin (26/10/2026)..
Sumber :
  • Syamsul Huda-tvOnenews.com

5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi. Salah satu yang dikatakannya, yakni “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi".
Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:27 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi.

DBM (40) diduga menghabisi korban inisial DH (30) dan AG (4). Adapun DBM merupakan suami siri DH.

Disclaimer: Berita ini mengandung informasi tentang aksi kekerasan atau pembunuhan yang mungkin bisa memicu rasa tidak nyaman bagi pembaca.

DBM diduga membunuh korban pada 20 September 2026 di dua lokasi berbeda di Kota Madiun. DH diduga dicekik lebih dulu di sebuah hotel, sedangkan AGM dibunuh dengan cara yang sama di dalam mobil.

Olah TKP kasus pembunuhan sadis istri siri dan anak di Madiun, Jawa Timur
Sumber :
  • Threads/piscessgurllss

Setelah itu, tersangka diduga menggiling dan membakar jasad kedua korban untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

Rekonstruksi dilakukan pada Selasa (27/10/2026) di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dengan memperagakan puluhan adegan.

Tiga TKP itu antara lain salah satu hotel di Madiun, rumah orang tua tersangka di Jalan Doho tempat AG dieksekusi dan rumah pribadi tersangka di Jalan Kunir tempat tersangka menghilangkan jejak korban.

Saat rekonstruksi, DBM menyampaikan fakta-fakta mengerikan terkait kasus pembunuhan itu. Inilah lima pengakuan mengerikannya:

1. “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi”

Ketika ditanya bagaimana caranya menghilangkan jejak jasad korban, DBM menjawab dirinya membutuhkan waktu satu hingga dua hari.

Dia mengaku tidak melakukannya terus-menerus. Bahkan, dia mengaku sempat beristirahat.

“Satu-dua hari. Itu tidak terjadi, selesai, di hari yang sama. Misalnya pagi, terus istirahat. Saya biarkan. Nanti saya lanjut lagi,” katanya.

2. “Tulang-tulang besar (dipotong pakai gergaji portable) karena susah” 

Petugas kepolisian bertanya kepada DBM soal caranya memotong tulang.

“Yang kamu potong pakai gergaji portable hanya tulang besar, kecil atau dua-duanya?,” tanya petugas.

“Tulang-tulang besar karena itu mungkin susah,” jawab DBM.

3. “(Masukkan abu korban) Pakai sekop. Mau dibuang ke sungai” 

Petugas kepolisian lantas bertanya bagaimana cara tersangka membawa jasad korban yang sudah menjadi abu.

DBM mengatakan saat men-chopper, di bawahnya terdapat karung dan ember. Adapun cara memasukkannya ke karung menggunakan sekop.

“Pakai sekop. Rencana mau dibuang ke sungai,” kata DBM.

4. “Buang (abu) di tanggal tua” 

DBM mengaku membuang jasad korban tanpa jejak di tanggal tua. Dia membuangnya di jembatan yang mengarah langsung ke sungai berarus deras.

“Kalau enggak salah buangnya tanggal tua. Tiga karung, besoknya empat karung. Tanggal 28-29/30. (Tanggal) 28 tiga karung di Jembatan Kwadungan. Tanggal 29/30 di Jembatan Winongo,” ungkapnya.

5. “Buka karung, dibuka rafianya, dibalik, ditaburkan ke sungai” 

DBM menjelaskan secara detail saat ditanya bagaimana caranya membuang abu korban ke sungai.

“Buka karung, dibuka rafianya, dibalik, ditaburkan ke sungai. Semuanya tujuh-tujuhnya (karung),” ucapnya. (nsi)

 
 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral