news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Suami Siri Diduga Bunuh Ibu dan Anak di Madiun, Jasad Dibakar hingga Digiling.
Sumber :
  • Syamsul Huda/tvOne

Bukan Cuma IQ di Atas Rata-Rata, Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun Cenderung Punya Sifat Superior

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, cenderung mempunyai sifat superior dalam kesehariannya. Dia punya kelebihan di tingkat IQ, di atas rata-rata. Dia juga punya kepintaran cukup tinggi.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, cenderung mempunyai sifat superior dalam kesehariannya.

Hal ini diungkapkan Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H. M. Sihombing saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan di Madiun, Selasa (27/10/2026).

“Ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior,” katanya.

“Yang bersangkutan ini sudah kita periksa psikologisnya. Memang dia punya kelebihan di tingkat IQ, di atas rata-rata. Dia juga punya kepintaran cukup tinggi,” sambungnya.

Olah TKP kasus pembunuhan sadis istri siri dan anak di Madiun, Jawa Timur
Sumber :
  • Threads/piscessgurllss

Dalam kasus ini, tersangka berinisial DBM (40). Sementara itu, korbannya adalah DH (30) dan AG (4).

DBM merupakan suami siri dari DH. Sementara itu, status AG adalah anak bawaan dari istri sirinya. Dengan kata lain, AG bukan anak kandung tersangka.

Roy menjelaskan kasus ini bermula dari adanya laporan orang hilang pada 5 Oktober 2026 lalu di Polres Madiun Kota.

Dari laporan itu dilakukan penyidikan dan penyelidikan orang hilang. Kemudian ditemukan fakta DBM, DH dan AG pernah menginap di salah satu hotel di Madiun.

“Dari situ ditemukan jejak digital CCTV. Ditemukan fakta korban yang dilaporkan hilang ditemukan meninggal dunia. Pembunuhan terjadi 20 September 2026 di dua lokasi berbeda,” terangnya.

“Korban DH meninggal dunia di salah satu hotel di Madiun dengan cara dicekik. Anak dicekik dalam mobil. Motifnya perselisihan hubungan pribadi tersangka dengan DH,” sambungnya.

Roy menyebut DBM mencoba menghilangkan jejak kejahatannya dengan cara membakar, menggiling hingga membuang jasad korban ke sungai.

“Waktu yang dibutuhkan dua hari mulai dari pembunuhan sampai mengamankan perbuatan yang dilakukan. Motivasinya menghilangkan jejak,” terangnya.

DBM akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu (25/10/2026) dari pelariannya.

“Pelaku melarikan diri, tidak ke mana-mana, hanya ke satu tempat di Jombang,” kata Roy.

Berdasarkan keterangan, selama persembunyiannya DBM berada di rumah kerabatnya. (nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral