news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pelaku pembunuhan sadis di Madiun sempat lapor orang hilang ke Polres Madiun Kota.
Sumber :
  • Threads/ikbalsermaf11 - Istimewa

Tepis Dugaan KDRT, Polisi Sebut Tersangka dan Korban Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Saling Sayang dan Harmonis

Tersangka dan korban pembunuhan ibu-anak di Madiun diketahui saling menyayangi dan harmonis. Hal ini menepis adanya dugaan KDRT. Hanya percekcokan di saat itu saja yang menyebabkan yang bersangkutan mengambil tindakan seperti itu.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Tepis adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tersangka dan korban pembunuhan ibu-anak di Madiun diketahui saling menyayangi dan harmonis.  

Hal ini diungkapkan Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H. M. Sihombing saat konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan di Madiun, Selasa (27/10/2026).

“Selama ini hubungan mereka harmonis. Tersangka ini betul-betul sayang. Hanya percekcokan di saat itu saja yang menyebabkan yang bersangkutan mengambil tindakan seperti itu,” ungkapnya.

Adapun dalam kasus ini tersangka berinisial DBM (40). Dia diduga menghabisi nyawa DH (30) dan AG (4).

Kondisi Rumah Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube tvOnenews

Soal status hubungan mereka, DBM merupakan suami siri dari DH. Sementara itu, AG merupakan anak bawaan dari DH, bukan anak kandung DBM.

“Status hubungan korban dan tersangka kawin siri, berlangsung dua tahun. Pernikahan siri berlangsung di Kalimantan. Sempat tinggal di sana dua bulan,” kata Roy.

Sementara itu, istri sah DBM tidak mengetahui adanya peristiwa ini.

DBM akhirnya diamankan pada Minggu (25/10/2026) di Jombang. Saat melarikan diri, dia hanya berada di satu tempat yang diduga rumah kerabatnya.

Mulanya, kasus ini terungkap setelah keluarga korban melapor soal hilangnya DH dan AG pada 5 Oktober 2026 lalu.

Dari laporan itu, penyidikan dan penyelidikan dilakukan hingga berujung pada tindak pidana pembunuhan.

“Komunikasi terakhir antara korban dengan keluarga korban 20 September. Pihak keluarga sempat menghubungi pelaku di mana (DH dan AG). Respons pelaku tidak aktif. Ini menambah kecurigaan keluarga korban,” ujarnya.

Roy mengatakan peristiwa pembunuhan DH dan AG diduga terjadi pada 20 September 2026. Keduanya dicekik, namun berbeda lokasi.

Untuk menghilangkan jejak, DBM diduga membakar, menggiling hingga membuangnya ke aliran sungai.

“Waktu dibutuhkan dua hari mulai dari pembunuhan sampai mengamankan perbuatan yang dilakukannya. Motivasinya menghilangkan jejak,” terangnya.  

Roy mengungkap fakta lain terkait tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan, DBM ada kecenderungan bersifat superior.

“Yang bersangkutan ini sudah kita periksa psikologisnya. Memang dia punya kelebihan di tingkat IQ, di atas rata-rata. Dia juga punya kepintaran cukup tinggi,” ucap Roy. (nsi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral