- tim tvone - agus wibowo
Tergiur Gaji Fantastis, Warga Tulungagung Nyaris Berangkat Jadi Tentara Bayaran di Turki
Tulungagung, tvOnenews.com - Seorang Calon Pekerja Migran (CPM) asal Tulungagung dipulangkan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), usai diketahui hendak berangkat ke Rusia menjadi tentara bayaran. Korban berinisial SA (36) ini tergiur dengan gaji Rp40 juta per bulan yang ditawarkan oleh seorang agensi. Saat ini korban telah berkumpul bersama keluarganya di rumah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Tulungagung Muhamad Ardian Candra mengatakan pihaknya menerima informasi pemulangan SA dari media sosial. Mereka kemudian melakukan pelacakan dan konfirmasi kepada korban yang kini sudah di rumah. Kasus tersebut bermula saat SA mendapatkan tergiur dengan iklan di media sosial untuk menjadi tentara bayaran di Rusia dengan gaji Rp40 juta per bulan dan uang kontrak dengan nilai Rp400 juta.
"SA menemukan iklan di media sosial instagram, katanya kontraknya satu tahun dan dapat diperpanjang," ujarnya, Rabu (4/11).
SA kemudian menjalin komunikasi dengan kontak yang tertera dalam iklan tersebut. Selanjutnya SA diarahkan untuk melakukan pengurusan paspor dan visa secara mandiri. Dari arahan tersebut, SA diminta mengurus dokumen sebagai turis dengan tujuan Turki.
"SA ini diminta untuk mengurus dokumen sebagai turis dengan tujuan Turki. Sepertinya ini untuk mengelabuhi petugas agar tidak curiga," tuturnya.
Setelah seluruh berkas telah tuntas, SA kemudian berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang untuk terbang ke Turki. Nantinya, jika telah tiba di Turki akan dijemput oleh agensi yang melakukan perekrutan. Namun sebelum terbang, SA kembali menghubungi agensi untuk meminta kejelasan terkait uang bonus Rp400 juta. Bahkan SA juga meminta sebagian uang tersebut dikirim terlebih dahulu untuk diberikan ke istrinya. Namun permintaan tersebut tidak digubris.
"Ternyata narahubung itu tidak memenuhi uang bonus yang dijanjikan dalam iklan. Nah, akhirnya SA ini mulai ragu dan memilih membatalkan penerbangan," imbuhnya.
Setelah membatalkan keberangkatannya ke Turki, SA kemudian meminta perlindungan ke petugas KP2MI. Mendapatkan laporan tersebut akhirnya SA dipulangkan ke Tulungagung.
"Petugas kami sudah bertemu dengan SA di Kedungwaru. Untuk kondisinya baik-baik saja," terangnya.