- Istimewa
Ide Bubarkan MBG Tidak Waras dan Picu Krisis Baru
"Justru latar belakang jurnalisme itu merupakan modal kuat untuk membangun transparansi dan komunikasi publik. Hubungan erat Nanik dengan jejaring media akan mempermudah BGN dalam mengartikulasikan aspirasi masyarakat bawah. Sejarah telah mencatat bahwa banyak mantan wartawan yang sukses memimpin lembaga tinggi negara dan membawa kemajuan bagi bangsa, diantaranya yaitu Adam Malik, pendiri kantor berita Antara yang kemudian menjadi Menteri Luar Negeri, Ketua DPR/MPR dan Wakil Presiden RI Ketiga. Demikian juga BM. Diah, pendiri Harian Merdeka yang menjadi Menteri Penerangan dan duta besar di beberapa negara. Masih banyak lagi tokoh-tokoh pers lainnya yang berhasil memimpin di berbagai kementerian dan lembaga-lembaga negara," tambah Azis.
Program MBG merupakan program yang sangat strategis karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Keberhasilan program ini secara otomatis akan menjadi kekuatan elektoral yang signifikan bagi dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2029 mendatang.
"Saya melihat, munculnya berbagai narasi yang mendesak penghentian program MBG ini ditunggangi oleh kepentingan politik pihak-pihak tertentu yang ingin menggagalkan program kerja pemerintah. Saya mendukung Ketua BGN untuk membendung HOAX dan melawan kritik yang tidak berdasar dengan menyajikan data keberhasilan program secara transparan, dan saya juga mendorong Nanik S. Deyang untuk mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi sipil, komunitas lokal, dan media untuk ikut serta menyukseskan dan mengawasi Program MBG agar bebas dari korupsi. Saya menegaskan bahwa program MBG ini adalah program strategis utama di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, jika ada pihak-pihak yang sengaja mengganggu, merongrong, atau menggagalkan keberhasilan program ini demi kepentingan tertentu maka kami tidak akan tinggal diam dan tidak akan segan-segan untuk menghadapinya demi mengawal masa depan generasi emas Indonesia," pungkas Azis.(chm)