- antara
Petugas Selamatkan Raya dan Rayu yang Terjebak Diatas Pohon Ditengah Hutan Terbakar
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan yang baik, tim akan melakukan translokasi kedua orangutan tersebut. Lokasi pelepasliaran nantinya ditentukan BKSDA berdasarkan hasil pemeriksaan dan kondisi satwa.
“Kalau misalkan sehat, maka orangutan ini akan segera kami lepasliarkan. Biasanya ada dua lokasi yang menjadi pilihan, yakni Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa di Lamandau,” sebutnya.
Induk orangutan tersebut kemudian diberi nama Raya, sedangkan anaknya diberi nama Rayu. Nama itu diberikan berdasarkan lokasi penyelamatan yang berada di kawasan Jalan Sawit Raya.
Sementara itu Dokter hewan Ichlasul Khaerul mengatakan kondisi Raya dan Rayu secara umum masih baik setelah dievakuasi. Keduanya juga masih menunjukkan respons dan aktivitas ketika proses penyelamatan dilakukan.
“Alhamdulillah, setelah kami melakukan evakuasi, evaluasi dan observasi terhadap orangutan yang kami rescue kondisinya masih terlihat baik,” ucapnya.
Ichlasul menyebutkan kedua satwa itu kemungkinan terpapar asap karena kawasan di sekitar lokasi terdampak kebakaran. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, dampak paparan asap belum menunjukkan kondisi yang berat.
“Paparan asap tentunya ada karena kami melihat beberapa lokasi terkena dampak kebakaran. Namun kondisinya tidak begitu parah dan masih tergolong rendah,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi orangutan yang masih aktif dan mampu memberikan respons menjadi salah satu indikator awal dampak paparan asap belum berat. Jika mengalami gangguan serius, satwa biasanya akan terlihat lemas dan minim respons saat proses penyelamatan.
Maka dari itu, pihaknya juga mengambil langkah antisipasi dengan menyiapkan alat oksigen untuk membantu satwa tersebut bernafas meskipun pada akhirnya alat tersebut tidak digunakan.
Pemeriksaan fisik juga tidak menemukan luka bakar maupun luka terbuka pada tubuh induk dan anak orangutan. Tim tidak menemukan cedera akibat benturan, patahan pohon maupun benda lain selama berada di kawasan terbakar.
Dari hasil pemeriksaan, Raya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun. Perkiraan tersebut didasarkan antara lain pada jumlah dan pertumbuhan gigi, sedangkan Rayu diperkirakan baru berusia sekitar satu tahun dan berjenis kelamin betina.
Tim juga mengambil sampel darah dan rambut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampel feses belum berhasil diperoleh karena kemungkinan satwa belum membuang kotoran selama proses evakuasi.