- Gambar ilustrasi AI
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota
tvOnenews.com - Kota-kota besar di Asia kini berlomba memperkuat sektor pariwisata dan bisnis melalui pembangunan infrastruktur modern. Di banyak negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Singapura, konektivitas transportasi dan kemudahan mobilitas terbukti menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bandara internasional, jalan penghubung, kawasan bisnis terpadu, hingga c yang efisien mampu menciptakan arus perjalanan bisnis dan wisata yang terus meningkat.
Fenomena serupa mulai terlihat di sejumlah kota besar Indonesia, termasuk Makassar. Sebagai gerbang utama Indonesia Timur, kota ini mengalami pertumbuhan mobilitas yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Aktivitas perjalanan dinas, perdagangan, logistik, hingga wisata terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur yang semakin agresif. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor transportasi, tetapi juga industri akomodasi yang kini menghadapi lonjakan permintaan kamar hotel.
Data dari Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) menunjukkan, kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar mulai memperlihatkan pola tersebut.
Kombinasi antara peran sebagai pusat bisnis, kota transit, dan destinasi wisata membuat kebutuhan penginapan berkembang semakin dinamis, terutama untuk wisatawan dengan mobilitas tinggi dan kebutuhan menginap jangka pendek.
Makassar kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan timur Indonesia. Pertumbuhan perjalanan bisnis yang tinggi, didukung pembangunan infrastruktur besar-besaran, membuat kota ini menjadi magnet baru bagi pelaku usaha maupun wisatawan.
Platform teknologi perhotelan dan akomodasi multi-brand asal Asia Tenggara, RedDoorz, mencatat peningkatan signifikan permintaan penginapan di Makassar sepanjang 2025. Total pemesanan dari seluruh mitra properti di kota tersebut mencapai lebih dari 64 ribu booking.
Makassar memiliki posisi strategis sebagai hub bisnis utama di Indonesia Timur. Konektivitas udara melalui Bandara Sultan Hasanuddin menjadi salah satu faktor penting yang membuat mobilitas bisnis di kota ini terus tumbuh.
Karakteristik tamu di Makassar juga cukup unik. Berdasarkan data perusahaan, sekitar 93 persen pemesanan hotel dilakukan secara mendadak, baik di hari yang sama maupun sehari sebelum check-in. Selain itu, mayoritas tamu hanya menginap selama satu hingga dua malam.
Pola tersebut menunjukkan bahwa Makassar didominasi perjalanan bisnis cepat dengan mobilitas tinggi. Karena itu, teknologi digital seperti sistem distribusi online dan optimasi harga berbasis kecerdasan buatan mulai menjadi kebutuhan penting bagi industri hotel untuk menangkap peluang pasar secara real-time.
Infrastruktur Modern Dorong Wisata dan Investasi
Perkembangan Makassar juga didukung berbagai proyek infrastruktur strategis yang tengah dibangun pemerintah daerah. Salah satunya adalah Makassar Government Center (MGC) yang dirancang untuk menghadirkan layanan publik lebih modern dan terintegrasi.
Selain itu, pembangunan Jalan Multi Years Project (MYP) sejak April 2026 ditargetkan memperkuat konektivitas kawasan penyangga menuju pusat kota. Sementara proyek Jembatan Barombong diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mempercepat akses menuju kawasan pesisir selatan Makassar.
Tidak hanya sektor bisnis, sektor pariwisata juga menjadi penggerak utama pertumbuhan kota. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Makassar, jumlah wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai 6,18 juta kunjungan atau naik sekitar 12,06 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sejumlah destinasi wisata seperti Pulau Samalona, Pulau Lanjukang, hingga kawasan Sungai Tallo kini terus dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Pengembangan destinasi tersebut diproyeksikan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan kebutuhan akomodasi di Makassar.
Pertumbuhan permintaan hotel di Makassar juga mulai mengubah pola pengelolaan bisnis perhotelan. Pemilik hotel kini semakin bergantung pada teknologi digital untuk meningkatkan okupansi dan efisiensi operasional.
Sistem pemasaran digital dan pengelolaan berbasis teknologi membantu menjaga stabilitas pendapatan hotel. Selain memperluas visibilitas properti, teknologi juga memungkinkan hotel memantau harga dan permintaan pasar secara lebih cepat.
- Ist
Di sisi lain, model bisnis leasing hotel juga mulai berkembang di Makassar. Salah satu properti di kawasan menuju Bandara Sultan Hasanuddin bahkan berhasil mencatat tingkat hunian di atas 80 persen setelah dikelola penuh menggunakan sistem manajemen terintegrasi.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam industri akomodasi modern. Hotel tidak lagi hanya mengandalkan lokasi strategis, tetapi juga kemampuan membaca perilaku konsumen, memanfaatkan data, dan menghadirkan layanan yang cepat serta fleksibel.
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan lonjakan wisatawan, Makassar diprediksi akan terus berkembang sebagai pusat bisnis dan pariwisata utama di Indonesia Timur dalam beberapa tahun mendatang. (udn)