news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar.
Sumber :
  • Tim tvone - tim tvone

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar, Catatkan Transaksi Rp 2,529 Triliun

Gubernur Khofifah memimpin Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Barat.
Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:34 WIB
Reporter:
Editor :

"Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat," ucapnya. 

"Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang," imbuhnya.

Kerjasama perdagangan Jatim - Kalbar ini telah terjalin dengan baik melalui kegiatan Misi Dagang dan Investasi yang sebelumnya dilaksanakan pada 30 September 2022 di Kota Pontianak, dengan capaian nilai komitmen transaksi sebesar Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang.

"Capaian Misi dagang kali ini sangat jauh meningkat signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022, kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan," tegasnya.

Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional. Pada Semester I Tahun 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,84 persen (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Jawa Timur juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 25,40 persen dan memberikan kontribusi 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur perekonomian Jawa Timur ditopang oleh sektor industri pengolahan sebesar 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen, dan pertanian 11,20 persen. Struktur ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki basis ekonomi yang kuat, produktif, dan saling terhubung dari sektor hulu hingga hilir.

Kinerja perdagangan Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, neraca perdagangan Jawa Timur mencatat surplus sebesar Rp210,1 triliun dan berlanjut pada Semester I Tahun 2026 dengan surplus Rp100,35 triliun. Capaian ini menunjukkan kuatnya aktivitas perdagangan sekaligus daya saing produk Jawa Timur.

"Kekuatan ekonomi daerah tidak dapat dibangun sendiri karena setiap daerah memiliki keunggulan, kebutuhan, dan potensi yang saling melengkapi. Perdagangan antarwilayah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional," jelasnya.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Tingginya arus perdagangan tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan bahan baku, energi, serta berbagai komoditas untuk menopang aktivitas industri, manufaktur, perdagangan, dan konsumsi di Jawa Timur.

Berita Terkait

1 2
3
4 5 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:19
01:38
01:32
04:35
04:23
06:18

Viral