- tim tvOne/tim tvOne
Kemenkes dan IDI Investigasi Kasus dr. Myta, IKA FK Unsri: Jika Terbukti Salah Siap Fasilitasi Keluarga Korban
Palembang, tvOnenews.com - Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy hingga tuntas.
Dokter muda tersebut wafat saat menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.
Wakil Ketua 2 IKA FK Unsri, Prof DR Dr Ramzi Amin SpM(K) menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan pihak rumah sakit tersebut.
"Masalah ini kami harap bisa diselesaikan secara baik-baik dan seadil-adilnya sehingga kedepannya tidak ada lagi adik-adik kami, junior kami atau siapa pun itu, tidak mengalami hal seperti ini," ungkapnya.
Ramzi juga menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang turun langsung.
"Ya, kami sangat berterima kasih Kemenkes RI yang turun langsung ke rumah sakit yang ada di Kota Jambi, melihat langsung adik-adik yang masih di sana, terimakasih kepada pemerintah semoga hal ini tidak terulang," paparnya.
Kasus meninggalnya dr. Myta menjadi sorotan luas karena adanya dugaan beban kerja berlebih serta kondisi kesehatan yang diabaikan selama masa internship. IKA FK Unsri dalam surat resmi tertanggal 30 April 2026 mengungkap sejumlah temuan yang dinilai mengkhawatirkan.
Salah satu poin penting yang disoroti adalah dugaan bahwa dr. Myta tetap menjalankan tugas jaga meskipun dalam kondisi sakit. Selain itu, organisasi alumni juga menekankan pentingnya perlindungan bagi dokter internship dari potensi tekanan maupun sanksi administratif.
"Saat ini kami masih menunggu hasil investigasi dari Kemenkes, tim IKA FK Unsri dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), lalu mungkin nanti dalam beberapa hari ada rilis resmi yang dilakukan oleh Kemenkes, kita tunggu hasilnya bagaimana, lalu kita juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarganya untuk menyikapi apa hasil dari investigasi ini," ungkapnya.
IKA FK Unsri bahkan membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila ditemukan adanya unsur kelalaian yang berdampak fatal.
“Kami IKA FK Unsri hanya sebagai pendorong saja, kami akan serahkan kepada pihak yang berwenang, lalu pihak keluarga juga bagaimana menyikapinya. Kita hanya memfasilitasi dan menjaga supaya kondisi ini bisa dilakukan dengan baik-baik saja," tandasnya.
IKA FK Unsri berharap proses investigasi yang dilakukan Kemenkes dan IDI dapat berjalan secara transparan dan objektif. Pihaknya juga meminta agar rumah sakit tempat dr. Myta bertugas bersikap terbuka. (Tim tvOne/wna)