- Istimewa
Libur Idul Adha, Tol Medan-Binjai Maksimalkan Layanan Lalu Lintas dan Rest Area
Deli Serdang, tvOnenews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026), PT Medan Binjai Toll (MBT) bersama PT Hakaaston (HKA) memaksimalkan layanan lalu lintas serta fasilitas rest area Kilometer 10 Jalan Tol Medan-Binjai guna mendukung kelancaran arus kendaraan selama libur panjang.
Optimalisasi dilakukan melalui peningkatan layanan patroli, call center, jaringan CCTV, hingga fasilitas rest area untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan tol.
Manager Teknik Operasi dan Pemeliharaan PT Medan Binjai Toll, Abdul Arif Amrulloh, mengatakan pihaknya menyiagakan empat unit mobil patroli yang terdiri dari personel Patroli Jalan Raya (PJR) dan Unit Layanan Tol.
“Kita siagakan empat unit mobil patroli terdiri dari PJR dan Unit Layanan Tol yang akan melakukan pengecekan jalur secara berkala untuk mengamankan area jalan tol dari gangguan hewan ternak dan lainnya,” kata Arif dalam keterangannya.
Selain pengamanan lalu lintas, pengelola tol juga memaksimalkan layanan di rest area Kilometer 10 yang telah beroperasi untuk pengguna jalan.
“Fasilitas rest area Kilometer 10 perlu dimaksimalkan untuk melayani pengguna jalan dengan adanya area UMKM yang berdekatan dengan parkiran kendaraan besar, masjid, toilet, dan parkiran yang ramah disabilitas,” tambahnya.
Berdasarkan data pengelola Tol Medan-Binjai, pergerakan arus lalu lintas selama libur Hari Raya Idul Adha 2025 tercatat mencapai 28 ribu hingga 35 ribu kendaraan per hari dan didominasi kendaraan golongan I.
PT Medan Binjai Toll juga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk mengutamakan keselamatan berkendara, melakukan pengecekan kendaraan sebelum perjalanan, serta memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi.
Pengguna jalan yang mengalami kendala atau menemukan tindak kejahatan di jalan tol diminta segera melapor melalui Call Centre Tol Medan-Binjai di nomor 150700.
Ruas Tol Medan-Binjai memiliki panjang 17,42 kilometer dan menjadi bagian strategis dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan dua kota besar di Sumatera Utara. Keberadaan ruas tol tersebut dinilai turut mendorong pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat melalui efisiensi distribusi barang dan jasa dari sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan.