- tvOnenews/Syaren
Lantik 71 Kepala Sekolah, Bupati Masinton Pasaribu Tekankan Inovasi dan Berintegritas
Gerakan ini diharapkan melibatkan kolaborasi aktif dari guru, peserta didik, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar. Selanjutnya, terkait aspek tata kelola keuangan, Bupati Tapteng memberikan peringatan keras agar tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun praktik pungutan liar.
Segala bentuk pemotongan anggaran atau pungutan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat dipastikan sudah berakhir. Para kepala sekolah diminta menjadi pemimpin yang tulus melayani, ramah, terbuka, serta mampu memberikan energi positif.
Secara khusus, Bupati menginstruksikan agar Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola secara otonom, transparan, dan bertanggung jawab. Dana tersebut sepenuhnya dialokasikan untuk merawat fasilitas sekolah, menjaga kebersihan, serta melengkapi sarana belajar siswa. Masinton Pasaribu menegaskan komitmennya menghentikan praktik pemotongan Dana BOS yang kerap menghambat pembangunan fisik sekolah.
Sebagai langkah konkret, Bupati Masinton Pasaribu menetapkan target capaian yang wajib dituangkan dalam rencana aksi 100 hari pertama oleh masing-masing kepala sekolah.
Target tersebut meliputi pelaksanaan gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran untuk meningkatkan literasi, serta perwujudan sekolah ramah anak yang aman dari perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan diskriminasi.
"Keberhasilan seorang kepala sekolah diukur dari perubahan nyata yang diwujudkan di lapangan, bukan dari lamanya masa menjabat. Dinas Pendidikan bersama Pengawas Sekolah akan melakukan evaluasi berkala secara langsung ke lapangan demi memantau perkembangan Rencana Aksi tersebut. Ia mengajak seluruh kepala sekolah bersatu membangun masa depan generasi Tapanuli Tengah yang cerdas dan berkarakter mulia," Masinton Pasaribu menambahkan.(syr/chm)