- istimewa
TNGL Musnahkan 300 Pohon Sawit Ilegal di Rembawaren Bahorok, Kembalikan 2-3 Hektare Hutan Leuser
"Kegiatan ini memang terus-menerus kita lakukan. Kami memiliki kegiatan patroli rutin yang dijalankan setiap bulan, mulai dari patroli perlindungan kawasan, patroli terestrial, hingga SMART Patrol yang kita gelar bersama para mitra," ujar Imelda di lokasi.
Melalui kombinasi strategi pengawasan modern seperti SMART Patrol (Spatially Monitoring and Reporting Tool), setiap pergerakan dan potensi ancaman di dalam kawasan dapat dipetakan secara real-time. Hal ini memudahkan tim di lapangan untuk mendeteksi dini perambahan sebelum dampak kerusakannya meluas.
"Dari kegiatan patroli terpadu tersebut, monitoring dapat kita lakukan secara rutin. Harapannya, melalui konsistensi kegiatan ini, kawasan dapat kami jaga dan lindungi semaksimal mungkin dari Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bahorok," tambah Imelda optimis.
Langkah pengamanan di lapangan kian kokoh berkat pengawalan langsung dari jajaran Kepolisian. Di sela-sela patroli, perwakilan Kepolisian yang turut mendampingi memberikan pesan tegas mengenai perlindungan hukum kawasan serta pencegahan potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kami sangat menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali merambah hutan. Ditegaskan juga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di dekat kawasan hutan, guna mencegah agar api tidak berkembang dan menjalar masuk ke dalam rimba," imbau perwakilan Kepolisian di lokasi.
Langkah proaktif jajaran BPTN Wilayah III Stabat dan SPTN Wilayah V Bahorok menuai apresiasi tinggi dari lembaga mitra konservasi. Green Justice Indonesia (GJI) menyampaikan dukungannya atas konsistensi pihak balai dalam mengklaim kembali (reclaiming) kebun-kebun ilegal serta memulihkan ekosistem Leuser.
"Green Justice Indonesia sangat mengapresiasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser yang secara proaktif terus melakukan reclaiming atas kebun-kebun ilegal dan menjalankan pemulihan kawasan," ungkap Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo.
GJI menekankan pentingnya penyelamatan kawasan inti TNGL sebagai langkah awal sebelum melangkah ke perlindungan ekosistem penyangga (buffer zone).
"Misi kami adalah pemulihan Ekosistem Leuser. Jika Taman Nasionalnya berhasil diselamatkan, kerja kita berikutnya adalah menyelamatkan kawasan penyangganya. Kerja keras ini tentu harus dimotori oleh Balai Besar, dan kami sebagai lembaga akan terus mendukung serta mengapresiasi tim dari Pak Turnip yang selalu proaktif menjaga Bahorok dan sekitarnya," pungkasnya menutup perbincangan di belantara Bahorok. (aag)