- tim tvOne/Pebri
Sidang Kasus Penembakan Pratu Feriskal, Saksi Ungkap Sempat Berkelahi dengan Terdakwa Sebelum Insiden Maut
Palembang, tvOnenews.com – Sidang lanjutan kasus perkara penembakan yang menewaskan korban Pratu Feriskal Alfarizy Albesa, yang dilakukan terdakwa sertu Muhammad Rafi Ronald di Cafe Resto Bar & Line Musik Pahet, Palembang.
Dalam persidangan terungkap fakta baru, dihadapan Ketua Majelis Hakim Letkol Kum Rahmansyah Faharuddin, Oditur Militer Mayor CJ Setyawan menghadirkan dua orang saksi, yakni Kapten CKM Eko Saputra dan Pratu Bintang.
Disidang saksi Pratu Bintang membeberkan kronologi awal keributan yang melibatkan terdakwa Sertu Muhammad Rafy Roland sebelum insiden penembakan terjadi.
Saat menjawab pertanyaan oditur militer, Pratu Bintang menjelaskan, keributan bermula ketika terdakwa menghampiri sofa tempat dirinya berada dan menemui seorang perempuan bernama Siti. Keduanya kemudian terlibat percakapan.
Melihat hal tersebut, Pratu Bintang mengaku sempat mengusir terdakwa dengan cara menendang bagian kakinya. Situasi kemudian memanas hingga terjadi cekcok mulut antara keduanya.
Bahkan, saksi mengakui sempat melakukan kekerasan fisik terhadap terdakwa dengan mencekik dan memukulnya. Terdakwa kemudian membalas pukulan tersebut sebelum akhirnya pertikaian dilerai oleh petugas keamanan atau sekuriti.
Dalam persidangan, Oditur Militer Mayor CJ Setyawan juga mempertanyakan apakah sejak awal saksi mengetahui bahwa terdakwa merupakan anggota TNI.
Pratu Bintang mengaku tidak mengetahui identitas terdakwa sebagai anggota militer. Sebaliknya, menurut pengakuannya, terdakwa juga tidak mengetahui bahwa dirinya merupakan anggota TNI.
Setelah perkelahian berhasil dipisahkan sekuriti, Pratu Bintang mengaku sudah tidak dapat melihat keberadaan terdakwa lantaran kondisi di lokasi semakin ramai dipenuhi orang.
Ketika ditanya apakah melihat langsung peristiwa penembakan, saksi mengatakan sempat melihat situasi di lokasi, tetapi tidak terlalu memperhatikan karena terhalang kerumunan pengunjung.
"Saya hanya mendengar suara letusan. Saya tidak sempat mendekat karena langsung dipiting oleh seseorang yang dari pakaiannya saya lihat seperti sekuriti," ungkap Pratu Bintang dalam persidangan.
Tak lama berselang, rekan-rekan korban membawa Pratu Feriscal keluar dari lokasi kejadian. Saat itu, saksi mengaku diperlihatkan kondisi rekannya yang telah terkena tembakan.
Pratu Bintang mengatakan, ketika melihat korban, kondisinya sudah seperti tidak sadarkan diri. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. (Peb/wna)