- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Curhatan Warganet Diminta Donasi Rp100 Ribu di Sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta, KAI Daop 6: Oknum Sudah Ditegur
Yogyakarta, tvOnenews.com - Seorang warganet mengeluhkan adanya praktik permintaan donasi dengan nominal cukup besar di area sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta.
Dalam unggahannya pada Kamis (26/3/2026) kemarin, ia mengaku diminta sumbangan hingga Rp100 ribu oleh seseorang untuk kegiatan sosial.
Warganet tersebut menceritakan kejadian tak menyenangkan itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) lalu sewaktu dirinya berlibur di Yogyakarta.
Ia tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta pada Selasa sore. Setibanya di stasiun, ia menunggu taksi di area smoking.
Setelah berada di pintu kedatangan, ia mengaku didatangi oleh seorang perempuan yang menawarkan kesempatan donasi untuk orang cacat, terkena musibah bencana maupun mereka yang membutuhkan. Karena terketuk hatinya, ia akhirnya menerima permintaan donasi tersebut.
"Disitu, gue disodorin Qris dari handphonenya sendiri dan gue diminta donasi sebesar Rp100.000. Gue tetap melakukan transaksi dan setelah itu gue dikasih kopi. Terus disitu, gue langsung mikir ini mah penipuan berkedok donasi," ucap warganet dalam akun TikToknya @olania_
Karena merasa ditipu, lanjutnya, ia langsung pergi dari area smoking. Bersamaan dengan itu, taksi yang ia tunggu-tunggu sudah mau datang.
Ternyata, oknum serupa banyak ditemui di area penjemputan taksi. Disitu, ia kembali ditawari dengan modus serupa namun permintaan tersebut langsung ditolak.
Atas peristiwa ini, ia sangat menyayangkan terkait keberadaan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di Stasiun Tugu Yogyakarta yang terkenal istimewa.
Hingga pukul 18.33 WIB, unggahan tersebut mendapat 2,3 ribu like dan 350 komentar. Serta, 74 repost dan 584 kali dibagikan.
Sontak, postingan tersebut memicu beragam komentar warganet. Banyak warganet yang kecewa atas peristiwa tersebut.
"Waduh, jangan sampai merambah kemana-mana nih. Harapan ke Yogya mau liburan kalau buntutnya kena tipu ya wassalam. Rencana besok Minggu mau ke Malioboro," tulis warganet @buasep80.
"Itu sebenarnya udah lama dengan berbagai bentuk, ada yang voucher, ada yang alasan charity dan macam-macam. Kalau bisa itu tolak aja, karena kita gak tau saluran dimana. Yang jelas, bagi yang bisa customer udah otomatis dapat sekian persen dulu entah 20 persen atau 30 persen," tulis warganet @arja.rama.
Berdasarkan penelusuran lapangan dan koordinasi oleh petugas KAI Daop 6 Yogyakarta, kejadian tersebut terjadi di luar area Stasiun Tugu Yogyakarta.
Secara prosedur, segala bentuk kegiatan dan aktivitas apapun jika masih di dalam area stasiun harus mendapatkan izin dari KAI.
Selain itu, pihak yang akan menggelar kegiatan di stasiun tidak mengganggu pelayanan penumpang, serta harus mengutamakan kenyamanan para pengguna jasa KA.
Meskipun kejadian dalam konten tersebut terjadi di luar area stasiun, KAI Daop 6 Yogyakarta telah menegur oknum tersebut. Serta, meminta pihak yang berwenang untuk menindak aktivitas para oknum yang sudah meresahkan kenyamanan para pengguna jasa Kereta Api (KA) seperti yang diutarakan dalam konten tersebut.
"Tim pengamanan KAI sudah menegur oknum yang mengaku menggalang dana tersebut. Karena kegiatannya berada di luar stasiun, KAI Daop 6 juga berharap sinergi pihak yang berwenang untuk dapat menindak aktivitas yang dilakukan para oknum yang sudah meresahkan kenyamanan penumpang kereta," tegas Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Jumat (27/3/2026). (scp/buz)