- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sri Sultan Hamengku Buwono X Gelar Open House, Hadirkan 70 Gerobak Angkringan Gratis untuk Warga Yogyakarta
Meski terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan jumlah, Ditya menekankan sejumlah aturan yang perlu diperhatikan demi kekhidmatan acara di Bangsal Kepatihan.
Masyarakat diharapkan mengenakan pakaian yang sopan dan dilarang menggunakan sandal jepit.
Selain itu, warga dilarang melakukan swafoto atau selfie maupun merekam video saat bersalaman dengan pimpinan daerah agar alur antrean tetap lancar.
"Kami dari Humas Pemda DIY akan menyediakan tim fotografer di lokasi. Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan momen, karena kami menyediakan link download foto yang bisa diakses secara bebas setelah acara," ungkapnya.
Terkait aksesibilitas, Pemda DIY pun memastikan kegiatan ini inklusif bagi seluruh warga.
"Kami telah menyiapkan jalur khusus bagi penyandang disabilitas. Alurnya akan dibedakan agar rekan-rekan disabilitas mendapatkan prioritas dan kenyamanan selama prosesi silaturahmi berlangsung," tegas Ditya.
Belajar dari pengalaman dua tahun lalu dimana antusiasme warga mencapai 5.000 hingga 10.000 orang, Pemda DIY menerapkan manajemen alur yang lebih ketat.
Kunjungan masyarakat akan dilayani mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Gerbang akan ditutup tepat pukul 12.00 WIB untuk menuntaskan antrean yang sudah masuk.
Strategi penempatan kuliner di luar area Bangsal Kepatihan dilakukan untuk memecah kepadatan.
Area Bangsal akan menjadi clear area khusus untuk prosesi jabat tangan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas, serta KGPAA Paku Alam X dan Gusti Putri. Setelah bersalaman, warga dapat langsung menikmati sajian kuliner di area terbuka. (scp/buz)