- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Kabupaten Sleman Defisit 5 Ribu Ekor Sapi untuk Penuhi Kebutuhan Iduladha
Sleman, tvOnenews.com - Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta masih mengalami kekurangan sekitar 5 ribu ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban pada Iduladha 2026.
Padahal, kebutuhan sapi di wilayah ini setiap tahunnya diperkirakan mencapai sekitar 9 ribu ekor. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, lalu lintas perdagangan hewan kurban di Bumi Sembada tetap dibuka hingga Iduladha mendatang.
"Rata-rata tiap tahun (kebutuhan) sapi yang disembelih di Sleman sekitar 9.000-9.500 ekor. Per Senin kemarin, kebutuhan sapi kurang sekitar 4.500-5.000 ekor. Harapan kami, ada lalu lintas perdagangan yang tetap kita buka," kata Rofiq Adriyanto, Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman kepada awak media, Kamis (21/5/2026).
Sekarang ini, populasi sapi siap potong di Sleman hanya mampu memenuhi sebagian kebutuhan kurban. Karena itu, tambahan pasokan harus didatangkan dari sejumlah daerah sentra peternakan di luar wilayah, seperti Kulon Progo, Purworejo maupun Klaten.
"H-3 atau bahkan H-1 ada sapi yang masuk, sehingga kekurangan yang hampir 4.500-5.000 bisa tercukupi. Kebetulan pasar hewan Gamping nanti masih ada 1 kali pasaran di tanggal 25 Mei mendatang," ucap Rofiq.
Lebih lanjut, wilayah ini juga mengalami defisit domba. Rata-rata kebutuhan domba di Sleman mencapai 15.000 ekor, namun hanya tersedia sekitar 8.700 ekor.
Sementara, kebutuhan kambing sudah mengalami surplus. Ketersediaan kambing saat ini sekitar 4.000 ekor dari rata-rata yang dibutuhkan sekitar 3.000 ekor.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga memastikan pengawasan kesehatan hewan tetap dilakukan secara ketat. Langkah ini untuk mencegah masuknya ternak yang tidak layak jual maupun terindikasi penyakit menular.
"Kami tetap akan mengawal, mendatangi, dan memeriksa kesehatan hewan yang ada di lebih dari 215 pasar tiban yang menyediakan hewan korban," tutur Rofiq.
Selain pengetatan di pintu masuk, peternak juga diwajibkan menyertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bila hewan ternaknya berasal dari luar provinsi DIY.
Dengan cara tersebut, pelaksanaan Iduadha di Kabupaten Sleman bisa berjalan aman, nyaman dan mensejahterakan peternak lokal di daerah ini. (scp/buz)