news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ajak masyarakat terapkan gaya hidup hemat menyusul kenaikan harga BBM non subsidi, Senin (15/6/2026)..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

BBM Non Subsidi Naik, Sultan Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Hemat

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mendapat perhatian dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Senin, 15 Juni 2026 - 20:23 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mendapat perhatian dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menanggapi penyesuaian harga tersebut, Sultan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup hemat dan lebih bijak dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.

"Kalau saya ya, kita ini jangan hidup boros," imbau Sultan, Senin (15/6/2026).

Raja Keraton Yogyakarta pun mengingatkan bahwa penggunaan BBM sebaiknya dilakukan secara efisien.

Di sisi lain, Sultan menilai kebiasaan hidup hemat perlu diterapkan tidak hanya ketika harga BBM mengalami kenaikan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik akan membantu masyarakat menghadapi berbagai perubahan kondisi ekonomi 

"Kondisi saat ini memang penghasilannya tetap, mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan di luar kemampuan. Karena untuk apa hidup boros. Artinya beli yang gak perlu, punya aset yang sebetulnya gak perlu untuk apa," ucap Sultan. 

Upaya penghematan juga diberlakukan di sistem pemerintahan imbas harga BBM non subsidi naik drastis dari semula Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Sekretaris Dinas DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, penghematan BBM juga berlaku dalam penggunaan mobil dinas. Penghematan disebutnya telah berlaku sebelum ada kenaikan harga BBM non subsidi baru-baru ini.

"Sebenarnya, untuk efisiensi penggunaan kendaraan dinas sudah kita lakukan saat kemarin ada imbuan untuk efisiensi terkait dengan pemakaian energi. Makanya, kami kan juga ada car free day," kata Ni Made.

Selain itu, penghematan juga diberlakukan imbas kebijakan pemangkasan anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat. Pasalnya, pemangkasan tersebut berpengaruh pada 67 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) daerah ini.

Untuk menyiasatinya, Pemda DI Yogyakarta membatasi kunjungan-kunjungan secara langsung yang dinilai tidak begitu mendesak.

"Misalnya, kalau kunjungan dewan atau segala macem ya kita akan memilah yang urgent-urgent aja lah, kalau perlu zoom ya zoomlah," ucap Ni Made. (buz/scp)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:45
04:03
01:13
03:28
01:00
16:25

Viral