news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tradisi budaya Mubeng Beteng yang digelar oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta yang turut diikuti masyarakat umum untuk memperingati malam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Sura, Selasa (16/6/2026) malam..
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Malam 1 Muharram di Yogyakarta, Peserta Mubeng Beteng Tempuh Rute Sejauh 5 Km dalam Hening dan Bertelanjang Kaki

Ribuan abdi dalem Keraton Yogyakarta bersama masyarakat umum mengikuti tradisi Mubeng Beteng pada malam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Sura yang tiba pada Selasa (16/6/2026).
Rabu, 17 Juni 2026 - 09:46 WIB
Reporter:
Editor :

Yogyakarta, tvOnenews.com - Ribuan abdi dalem Keraton Yogyakarta bersama masyarakat umum mengikuti tradisi Mubeng Beteng pada malam 1 Muharram 1448 Hijriah atau 1 Sura yang tiba pada Selasa (16/6/2026). 

Dalam prosesi yang sarat makna tersebut, para peserta menempuh rute sejauh kurang lebih 5 kilometer mengelilingi beteng Keraton Yogyakarta.

Mereka berkeliling dalam suasana hening atau istilah dalam Bahasa Jawa yakni Topo Bisu. Bukan hanya itu, para abdi dalem dan masyarakat yang ikut dalam tradisi budaya ini umumnya tanpa mengenakan alas kaki. 

Sejak pukul 20.00 WIB, peserta telah memadati kawasan Keraton Yogyakarta untuk mengikuti prosesi yang menjadi salah satu tradisi budaya tahunan ini.

Dengan mengenakan pakaian adat Jawa, para abdi dalem berjalan beriringan bersama masyarakat menyusuri rute yang mengelilingi beteng keraton. 

Prosesi Mubeng Beteng diawali dengan melantunkan tembang Macapat di Bangsal Ponconiti.

Perdana tahun ini, rangkaian agenda Sura turut diramaikan oleh pertunjukan wayang kulit di Kagungan Dalem Kamandungan Lor, Alun-alun Kidul Yogyakarta. Kemudian, dilanjutkan dengan prosesi Mubeng Beteng. 

"Makna Mubeng Beteng sebenarnya merupakan bagian kita intropeksi, mawas diri. Sambil berjalan, kita meneng atau diam. Namun, diamnya tidak pasif melainkan sambil berdoa, mengevaluasi apakah yang dilakukan kemarin. Kalau jelek, kita kembalikan kepada yang benar," tutur KRT. Wijayapamungkas, Paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta disela acara.

Selain itu, prosesi ini sekaligus memohon kepada Yang Maha Kuasa agar suasana Indonesia pada umumnya dan terkhusus juga Yogyakarta agar tetap tentram.

Tepat sekitar pukul 24.00 WIB, iring-iringan peserta Mubeng Beteng dilepas oleh salah satu penghageng keraton yang dipimpin oleh Kanjeng Tumenggung Intoko Sri Narsum. Demi kelancaran, prosesi ditutup dengan doa oleh Abdi Dalem Punokawan Kranji Keraton. 

Adapun rute Mubeng Beteng dimulai dari Kagungan Dalem Kamandungan Lor (keben), menuju arah Alun-alun utara kemudian melewati jalan Kauman sampai pojok Beteng Lor. Selanjutnya, menuju jalan Wahid Hasyim sampai pojok Beteng Kidul menuju pojok Beteng Wetan. 

Kemudian, peserta melintasi jalan Ibu Ruswo masuk ke arah Alun-alun utara menuju jalan Rotowijayan dan kembali ke Kagungan Dalem Kamandungan Lor. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:07
01:11
02:32
02:28
01:12
03:10

Viral