- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Heboh Video Kesepakatan Warga Buka Jalur Pendakian Mandiri Merapi, BPPTKG Ingatkan Status Siaga
Yogyakarta, tvOnenews.com - Sebuah video yang memperlihatkan kesepakatan sejumlah warga untuk membuka kembali jalur pendakian mandiri Gunung Merapi beredar luas di media sosial.
Dalam narasi postingan yang diunggah akun Instagram @laharbara pada 29 Juni 2026 lalu, warga menyepakati untuk membuka kembali jalur pendakian secara mandiri dengan berbagai ketentuan dan batasan yang telah disepakati bersama.
"Batas pendakian hanya sampai Pasar Bubrah. Pokoknya pesan saya jangan sampai melanggar Pasar Bubrah, itu krusial sekali. Batas pendakian hanya 24 jam," kata salah seorang warga dalam video tersebut dikutip, Kamis (2/6/2026).
"Jadi nanti kita sepakat kalau ada teman-teman guide yang melanggar batas pendakian, kita blacklist. Guide-nya yang kita blacklist," timpal warga lainnya.
Menurut mereka, pembukaan jalur mandiri ini menjadi awal yang baik bagi kebangkitan ekonomi warga setelah sewindu penutupan jalur pendakian.
Hingga hari ini, postingan video itu mendapat 2.867 komentar beragam dari warganet.
"Akhirnya dibuka meskipun sampai Pasar Bubrah, yang penting aman semua," tulis akun @rahmadakbar_29.
Sebaliknya, ada warganet yang tidak setuju dengan kesepakatan warga tersebut.
"To the point aja. Kalau ada yang wafat siap digugat dan dipolisikan sampeyan-sampeyan mas? apa gimana? ayo dong stop bermain peran menjadi Tuhan," tulis akun @abakkhalifah.
Menanggapi hal tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengingatkan bahwa status aktivitas Gunung Merapi hingga kini masih berada di level III.
"Sekarang ini, statusnya masih siaga," kata Agus Budi Santoso, Kepala BPPTKG.
BPPTKG menyampaikan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Berdasarkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Serta, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.