- tvOneNews
Mahasiswa yang Lepaskan Peluru Airsoft Gun Brutal ke Pelajar di Sleman Gegara Kena DO, Ternyata Residivis
Sleman, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta terbaru terkait IRS (27), mahasiswa yang menjadi pelaku penemakan airsoft gun kepada pelajar di Jalan Laksda Adisucipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, DI Yogyakarta pada 2 Agustus 2026.
Ketua Tim Unit Reaksi Cepat (Katim URC) Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Yohanes Eko menyampaikan bahwa mahasiswa asal Maguwoharjo, Depok, Sleman itu merupakan residivis.
Yohanes menambahkan, IRS pernah melakukan tindak pidana atau kejahatan dengan perkara narkoba. Namun pelaku penembakan airsoft gun secara brutal itu belum pernah diringkus pihak kepolisian.
"Kalau dari tersangka yang kita amankan, itu baru sekali ini. Namun dia adalah residivis terkait dengan perkara narkoba," ujar Yohanes saat dihubungi tvOne, Jumat (28/8/2026).
Ipda Yohanes mengatakan, kasus penembakan ini terungkap setelah rekaman videonya viral di media sosial. Peristiwa aksi tersebut terjadi di salah satu ruas jalan yang ramai aktivitas masyarakat, tepatnya di Jalan Laksda Adisutjipto Sleman.
Ia menjelaskan informasi yang diterima terkait kejadian tersebut. Berdasarkan dari hasil penyelidikan awal, aksi penembakan ini bukan disebabkan secara spontan, tetapi karena konten video.
Tambah Yohanes, kondisi ini membuat pelaku dan tiga temannya melakukan penembakan secara brutal dan ajak kepada pengendara yang lewat.
Seorang pelajar berinisial ARP (17) menjadi korban. Warga Depok, Sleman itu terkena tembakan oleh rombongan pelaku yang berjumlah empat orang.
Hingga kini, Tim URC Satreskrim Polresta Sleman telah berhasil menangkap satu orang pelaku pria berinisial IRS (27), mahasiswa asal Maguwoharjo, Sleman.
"Sekarang ada tiga teman dari pelaku yang masih kita dalam pengejaran. Saat ini kita masih intensif terus kita kejar ketiga pelaku tersebut. Untuk keberadaannya, itu kita sudah petakan. Mudah-mudahan nanti sebentar lagi kita bisa mengamankan ketiga pelaku tersebut," katanya.
Berdasarkan dari hasil pendalaman, motif pelaku menembak secara acak dan brutal hingga mengenai seorang pelajar disebabkan karena frustasi. IRS mengalami nasib apes setelah terkena drop out (DO).
Pelaku sendiri merupakan mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Sayangnya IRS tidak lulus akibat mengalami DO sehingga mendorong dirinya melakukan aksi brutal.
"Motif dari pelaku adalah dia karena tidak lulus dari salah satu perguruan tinggi di Jogja. Dia merasa frustasi kemudian dia melakukan hal tersebut," terangnya.
Lanjut Yohanes, IRS sendiri mendapatkan senjata api (senpi) jenis airsoft gun dari rekannya yang juga menjadi pelaku penembakan sekaligus buron.
Yohanes pun ditanya mengenai identitas ketiga pelaku yang masih buron. Ia membantah bahwa para pelaku bukan tetangga IRS. Mereka hanya merupakan teman lama di dalam sebuah geng.
Kata Katim URC Satreskrim Polresta Sleman itu, kemungkinan mereka sempat tidak bertemu lama. Saat bersua lagi, keempat pelaku pun memutuskan untuk melancarkan aksi kejahatan.
"Salah satu ada teman dari sekolahnya. Kalau yang lain itu adalah teman yang dulu perenah pernah membikin suatu geng anak jalanan," katanya.
Terkait kondisi terbaru korban, Yohanes memastikan ARP semakin membaik. Bahkan pelajar berusia 17 tahun itu telah diperbolehkan pulang.
"Korban sudah bisa pulang dan saat ini juga sudah sehat. Terkini, korban sudah bisa melakukan aktivitasnya sebagai pelajar," tukasnya.
(hap)