- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Debit Air Waduk Sermo Menyusut Imbas Kekeringan, Makam Lawas di Dasar Waduk Muncul ke Permukaan
Kulon Progo, tvOnenews.com - Debit air Waduk Sermo di Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta mulai menyusut imbas kemarau berkepanjangan. Turunnya permukaan air tersebut membuat bagian dasar waduk yang sebelumnya terendam mulai terlihat.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah munculnya kembali makam lawas yang berada di kawasan dasar waduk. Makam tersebut mulai terlihat seiring dengan semakin menyusutnya genangan air.
Kepala Unit Pengelola Bendungan Waduk Sermo, Yosep Bahari menuturkan, Waduk Sermo memiliki fungsi utama.
Pertama, sebagai pengendali banjir. Kedua sebagai suplesi intake Kalibawang seluas 3.159 hektar yang meliputi daerah irigasi Pengasih, Pekik Jamal dan Bendung Kamal seluas 156 hektar. Ketiga, untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 73 liter per detik.
Terkait kondisi kekeringan pada tahun ini, pengelola Bendungan Waduk Sermo sudah menyiapkan langkah antisipasi mulai akhir musim penghujan tepatnya awal Mei 2026. Upaya antisipasi yang dilakukan dengan cara optimalisasi penghematan air waduk.
"Sampai pada saat ini, kondisi volume air waduk (Sermo) dielevasi 132,2 mdpl tidak jauh dari elevasi di tahun-tahun kemarin. Pada Agustus 2025 di angka 131 mdpl," kata Yosep, Rabu (2/9/2026).
Meski, Yosep mengungkap debit air masuk atau inflow rate pada bulan ini dari suplai air Sungai Ngrancah, Gelo, Lurung, maupun Pengkok 0 meter kubik. Namun, hal itu tidak menjadi masalah karena sudah diantisipasi di akhir musim penghujan.
"Upaya penghematannya dengan cara mengantisipasi pengeluaran sesuai dengan permintaan yaitu mendekatkan dengan batas operasi normal waduk atas. Untuk kapasitas saat ini 21 juta meter kubik," ucap Yosep.
Minimnya hujan dalam beberapa bulan terakhir rupanya membuka sejumlah bagian dasar waduk yang selama ini tertutup air.
Munculnya makam-makam lawas di dasar waduk mengingatkan kembali pada kawasan permukiman lama yang terdampak pembangunan Waduk Sermo pada 1996 silam.
Kala itu, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memindahkan warganya yang bermukim di sekitar kawasan waduk. Diketahui, ada ratusan KK warga di wilayah tersebut yang mengikuti program transmigrasi ke wilayah Taktoi, Bengkulu. (scp/buz)