- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Ribuan Penikmat Punk Rock Bersiap ‘Mudik’ ke Yogyakarta Akhir September ini untuk Saksikan Penampilan 23 Musisi
Melalui kehadiran COP, pihaknya ingin masyarakat mendapatkan informasi mengenai kondisi orangutan dan kebakaran hutan yang mengancam habitat satwa tersebut.
“Kami mengajak teman-teman COP untuk mengedukasi dan sekaligus menceritakan bagaimana kondisi teman-teman COP yang ada di lapangan. Kami ajak ke sini garis besarnya hanya untuk mengedukasi agar semua orang lebih peka terhadap isu kebakaran hutan dan orangutan yang terancam di kediamannya,” imbuhnya.
Selain konservasi, YK Rebelfest juga mengangkat isu ketahanan pangan dengan melibatkan Harvest Mind, kelompok petani muda dari Banyumas dan Purbalingga. Fyan menyebut Harvest Mind sebagai perkumpulan petani lokal yang akan mengisi kampanye di area festival.
Isu sosial dalam YK Rebelfest juga diperluas melalui kehadiran Perpustakaan Jalanan DIY. Komunitas tersebut menjadi bagian dari upaya festival dalam mendorong budaya membaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial.
“Selain menanam kesadaran akan hutan dan ketahanan pangan, kami juga menanam pengetahuan. Banyak konflik-konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Lewat Perpustakaan Jalanan, kami bisa berbagi ilmu di sana,” ujarnya.
Menurutnya, membaca menjadi salah satu bentuk perlawanan sekaligus cara untuk memperluas pengetahuan masyarakat.
Antusiasme penonton terhadap YK Rebelfest Volume 3 juga terlihat dari jumlah tiket yang telah terjual. Hingga saat ini, tiket yang sudah terjual mencapai sekitar 8.000 tiket. Penyelenggara berharap jumlah tersebut masih terus bertambah dan dapat menembus lebih dari 10.000 tiket hingga pelaksanaan festival. (Scp/Ard)