- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah Sinkronkan Data untuk Perkuat Mitigasi Banjir di Kawasan Perkotaan
Menurutnya, perubahan pola cuaca dan semakin sulitnya memprediksi siklus musim membuat sistem peringatan dini menjadi salah satu aspek utama dalam mitigasi bencana.
"Di tiga sungai tersebut sudah ditempatkan early warning system (EWS) atau peringatan dini. Penanganan bencana harus dimulai utamanya dari peringatan dini. Ketika peringatan itu bisa diterima dengan baik dan mencakup seluruh warga masyarakat, insyaallah akan terbentuk kesiapsiagaan serta ketahanan masyarakat sehingga korban bisa diminimalisir," ujar Nur Hidayat.
Selain mengandalkan EWS, BPBD Kota Yogyakarta juga menyiapkan sistem digitalisasi dan mobilisasi informasi kebencanaan yang melibatkan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Dua inisiatif yang disiapkan adalah Jogja Bencana Connecting (JONEC) dan Gerakan Edukasi Masyarakat Penanggulangan Tanggap Bencana (GEMPITA).
Nur Hidayat menjelaskan, saat ini, Kota Yogyakarta telah memiliki 36 EWS yang tersebar di sejumlah titik, termasuk salah satunya yang berada di titik puncak.
"Saat ini, terdapat 36 EWS dengan salah satunya berada di titik puncak. Ke depan, kami juga akan membangun JONEC, yaitu jaringan komunikasi untuk menyampaikan informasi peringatan dini maupun edukasi kebencanaan melalui berbagai sumber jaringan seperti radio HT. Pada tanggal 1 nanti, kami mencanangkan sistem informasi kebencanaan wilayah dengan menempatkan rig radio di 14 kecamatan untuk memobilisasi dan menyampaikan informasi kebencanaan," jelasnya.
Melalui JONEC, informasi mengenai peringatan dini dan edukasi kebencanaan nantinya diharapkan dapat disebarluaskan melalui berbagai jaringan komunikasi, termasuk radio HT. Sistem tersebut juga akan diperkuat dengan penempatan rig radio di 14 kecamatan. (Scp/Ard)