- Tangkapan/YouTube Kementerian Investai - BKPM
Bahlil Sebut Jawa Tengah Tidak Masuk 5 Besar Investasi, Apa Penyebabnya?
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II di tahun 2023 pada Jumat (21/7/2023) menyebut bahwa Jawa Tengah (Jateng) yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo belum masuk dalam lima besar lokasi realisasi investasi.
“PMA/PMDN lokasinya nomor satu jawa barat, nomor dua dki, nomor tiga jawa timur, nomor empat sulawesi tengah, nomor lima banten,” ujar Bahlil, dikutip tvOnenews pada Sabtu (22/7/2023) dari kanal YouTube Kementerian Investasi - BKPM.
Bahlil menyebutkan Provinsi Jawa Barat berada di peringkat pertama dengan realisasi sebesar Rp 53.7 triliun.
“Jawa Tengah tidak termasuk di dalam lima besar realisasi investasi. Ya memang kita harus butuh kerja keras, ini pelayanan promosinya bagus, tetapi realisasinya yang belum maksimal,” ujar Bahlil.
Sementara peringkat kedua ada Provinsi DKI Jakarta dengan realisasi sebesar Rp 43.0 triliun.
Kemudian Provinsi Jawa Timur di peringkat ketiga dengan realisasi sebesar Rp 31.1 triliun.
Sedangkan peringkat keempat Provinsi Sulawesi Tengah dengan realisasi sebesar Rp 26.6 triliun, dan kelima Provinsi Banten dengan realisasi sebesar Rp 24.9 triliun.
Bahlil menilai hal ini dapat terjadi karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sudah melakukan pelayanan promosi yang bagus namun sayangnya realisasinya belum maksimal.
Menurut Bahlil, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki tenaga kerja produktif terbanyak, berbeda dengan Jawa Tengah.
Maka dari itu, ia menilai bahwa masyarakat Indonesia lebih senang untuk pergi ke daerah Jawa Barat dibandingkan dengan Jawa Tengah. (mg4)