- Julio Trisaputra/tvOnenews
Harga Pangan Awal Januari 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp67.300 per Kg, Telur Ayam Rp32.750
Jakarta, tvOnenews.com — Harga sejumlah komoditas pangan strategis di awal Januari 2026 terpantau masih relatif tinggi. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional mencapai Rp67.300 per kilogram (kg). Sementara itu, harga telur ayam ras berada di level Rp32.750 per kg.
Data PIHPS yang dikutip di Jakarta, Sabtu (3/1/2026) pukul 08.36 WIB, menunjukkan dinamika harga pangan masih menjadi perhatian, terutama komoditas yang berpengaruh langsung terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. Cabai rawit merah tercatat sebagai salah satu komoditas dengan harga tertinggi di kelompok sayuran.
Selain cabai rawit merah, harga bawang merah nasional berada di angka Rp50.350 per kg. Adapun bawang putih tercatat dijual dengan harga Rp40.400 per kg di tingkat eceran. Kedua komoditas tersebut masih berada di atas rata-rata harga acuan yang biasa menjadi patokan pasar.
Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat harga relatif bervariasi berdasarkan kualitas. Beras kualitas bawah I dijual Rp14.400 per kg, sementara beras kualitas bawah II berada di harga Rp14.350 per kg. Selanjutnya, beras kualitas medium I tercatat Rp15.900 per kg dan medium II Rp15.750 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I mencapai Rp17.050 per kg dan kualitas super II berada di level Rp16.600 per kg.
Pada kelompok cabai lainnya, harga cabai merah besar tercatat Rp47.150 per kg, cabai merah keriting Rp49.100 per kg, dan cabai rawit hijau Rp62.800 per kg. Tingginya harga cabai rawit, baik merah maupun hijau, kerap dipengaruhi faktor cuaca, distribusi, serta fluktuasi pasokan di sentra produksi.
Sementara itu, harga protein hewani juga menunjukkan pergerakan yang patut dicermati. Daging ayam ras tercatat dijual Rp41.500 per kg. Untuk daging sapi, harga kualitas I mencapai Rp141.900 per kg, sedangkan kualitas II berada di angka Rp134.250 per kg. Harga daging sapi yang masih tinggi dinilai berpotensi memengaruhi pola konsumsi masyarakat, terutama rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.