- Istimewa
Kemnaker Tegaskan Belum Ada Kepastian BSU Rp600.000 Tahun 2026, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks
Menurutnya, tautan pendaftaran BSU yang beredar di luar kanal resmi pemerintah berpotensi menjadi sarana penipuan digital. Masyarakat diminta untuk tidak mengklik tautan mencurigakan atau memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai informasi palsu atau hoaks, terutama yang mengatasnamakan pencairan BSU dan memuat tautan pendaftaran tidak resmi,” ujarnya.
Kanal Resmi Jadi Acuan Informasi
Kemnaker menegaskan bahwa setiap informasi resmi terkait program bantuan, termasuk BSU, hanya akan disampaikan melalui kanal resmi kementerian. Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat mendaftar melalui tautan pribadi, pesan singkat, atau akun media sosial yang tidak terverifikasi.
Faried juga mengingatkan bahwa informasi resmi biasanya disampaikan secara terbuka dan dapat diakses oleh publik tanpa syarat tertentu. Jika terdapat kebijakan baru terkait BSU, Kemnaker memastikan akan mengumumkannya secara transparan.
Imbauan Agar Tidak Terjebak Informasi Menyesatkan
Dengan belum adanya kepastian mengenai BSU 2026, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi. Kemnaker berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan bantuan pemerintah.
Pemerintah menilai kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran hoaks dan praktik penipuan yang merugikan banyak pihak.
Hingga saat ini, Kemnaker menegaskan belum ada keputusan resmi mengenai pencairan BSU Rp600.000 pada 2026. Masyarakat diminta untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya. (nsp)