news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pegadaian membeberkan bagaimana menabung emas menjadi sangat cocok bagi generasi muda yang menerapkan loud budgeting..
Sumber :
  • Pegadaian

Loud Budgeting Jadi Tren Baru, Seni Berhemat ala Gen Z yang Mulai Melek Finansial Tanpa FOMO

Loud budgeting pada dasarnya adalah sikap menyampaikan secara jujur dan terbuka untuk memprioritaskan tujuan keuangan tertentu agar memiliki anggaran untuk kebutuhan yang lebih penting.
Selasa, 13 Januari 2026 - 17:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah maraknya budaya konsumtif dan tren pamer gaya hidup di media sosial, muncul fenomena baru dalam pengelolaan keuangan yang dikenal sebagai loud budgeting.

Tren yang pertama kali ramai di TikTok ini dengan cepat menjadi rujukan finansial baru bagi Generasi Z dan Milenial.

Berbeda dengan cara berhemat konvensional yang kerap dianggap pelit atau dilakukan diam-diam, loud budgeting justru dijalani secara terbuka dan dengan rasa percaya diri.

Loud budgeting pada dasarnya adalah sikap menyampaikan secara jujur dan terbuka bahwa seseorang sedang memprioritaskan tujuan keuangan tertentu agar memiliki anggaran untuk kebutuhan yang lebih penting di masa depan.

Pendekatan ini juga menjadi bentuk perlawanan terhadap tekanan sosial atau Fear of Missing Out (FOMO). 

Praktik ini, misalnya, diterapkan oleh Aji (28), seorang karyawan BUMN yang secara tegas menyatakan fokus menabung demi mewujudkan impian memiliki rumah.

“Kalau dulu sering kali malu atau gak enak saat menolak ajakan nongkrong mahal dengan alasan "gak ada uang", karena loud budgeting aku justru justru lebih berani menyatakan dengan tegas penolakanku atas ajakan teman-teman untuk berhemat, seperti "Aku gak bisa ikut nongkrong ke kafe malam minggu ini, karena sedang fokus nabung emas untuk DP rumah”. Hasilnya dari satu bulan ini aku berhasil berhemat dan menabung emas lebih dari satu gram. Sejujurnya ini lebih melegakan, dan karena kita tidak ragu untuk menyatakan, akhirnya orang-orang juga jadi ikut ter-influence untuk berhemat ala loud budgeting," ungkap Aji dalam rilis Pegadaian, Selasa (13/1/2026).

Seiring perkembangannya, loud budgeting dinilai sebagai terobosan baru dalam pengelolaan keuangan pribadi. Sikap terbuka ini perlahan mengikis stigma sosial terkait keterbatasan finansial dan menormalisasi pilihan berhemat demi tujuan jangka panjang.

Selain itu, tren ini membantu menekan perilaku impulsif karena pelakunya lebih berfokus pada pengeluaran berbasis nilai.

Konsumsi tetap dilakukan, namun biaya untuk hal-hal yang tidak memberi manfaat jangka panjang, seperti membeli kopi mahal setiap hari atau pakaian sekali pakai, dialihkan ke aset yang lebih produktif seperti emas, saham, dan instrumen investasi lainnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian, Dwi Hadi Atmaka atau Aat, menyatakan dukungannya terhadap penerapan loud budgeting.

Ia menilai kebiasaan menabung emas sangat relevan bagi generasi muda yang mengadopsi pola pengelolaan keuangan ini.

"Sederhananya loud budgeting adalah pola shifting dari habit konsumtif menjadi lebih produktif. Misalnya setiap hari beli kopi seharga 20 ribu, jadi menabung senilai 20 ribu. Apalagi saat ini generasi muda semakin melek finansial dan semakin aware terhadap berbagai jenis instrumen investasi, seperti emas yang merupakan investasi safe haven," katanya.

"Ini terlihat dari lonjakan nasabah year on year di Pegadaian per Desember 2025 lalu, dimana Millennial tumbuh sebesar 49%, sementara Gen Z meningkat hingga 116%. Saat ini masyarakat ingin sesuatu yang mudah dan fleksibel. Melalui Aplikasi Tring! by Pegadaian, masyarakat dapat menabung mulai dari Rp 10 ribu rupiah saja, dimana saja, dan kapan saja," ungkap Aat.

Bagi nasabah Tabungan Emas Pegadaian, loud budgeting menjadi sarana efektif untuk mempercepat pertumbuhan aset. Kehadiran aplikasi Tring! by Pegadaian semakin mempermudah transaksi keuangan secara praktis.

Dengan penerapan loud budgeting yang konsisten, masyarakat tidak hanya mampu menekan pengeluaran, tetapi juga membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
08:13
08:52
02:17
01:33
03:09

Viral