news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Foto udara tikungan ke-10 Pertamina Mandalika International Street Circuit jelang tes pramusim MotoGP di KEK Mandalika, Kuta,.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

Investasi KEK Mandalika Tembus Rp5,96 Triliun, Investor Asing Terus Berdatangan

Peningkatan investasi di KEK Mandalika juga diyakini mampu memperkuat konektivitas pariwisata dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, terus menggeliat.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat hingga 2025, investasi di KEK Mandalika telah mencapai Rp5,96 triliun. Capaian ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap pengembangan kawasan pariwisata tersebut.

Kepala Administrator KEK Mandalika Bambang Wicaksono menyampaikan bahwa nilai tersebut merupakan akumulasi investasi yang telah masuk sampai tahun 2025.

Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat puluhan investor yang telah menjalin kerja sama di kawasan tersebut.

"Jumlah investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga 2025 menjadi Rp5,96 triliun," kata Bambang Wicaksono dikutip dari Antara, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Bambang, jumlah investor yang telah menandatangani perjanjian kerja sama di KEK Mandalika mencapai 34 pihak.

Salah satunya merupakan investor asal Spanyol yang berencana menanamkan modal sebesar Rp54 miliar untuk pembangunan fasilitas akomodasi berupa vila.

"Yang telah melakukan perjanjian kerja sama itu sebanyak 34 investor, dengan total investasi semua Rp5,96 triliun," katanya.

Ia menilai pertumbuhan investasi ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi nasional sekaligus pengembangan sektor pariwisata.

Selain itu, peningkatan investasi di KEK Mandalika juga diyakini mampu memperkuat konektivitas pariwisata dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Kondisi ini akan terus bergerak ke depan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Komersial ITDC Febrina Meidiana menjelaskan bahwa masuknya investor asing mencerminkan tingkat kepercayaan yang semakin kuat terhadap prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan," katanya.

Ia menambahkan, kehadiran investor asal Spanyol pada awal 2026 turut memperkuat posisi The Mandalika di pasar pariwisata global.

Investasi tersebut tercatat bernilai Rp54,17 miliar dan akan difokuskan untuk pengembangan kawasan di Lot KGH1 dan KGH2.

"Nilai investasi yang direalisasikan investor asal Spanyol itu Rp54,17 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan di Lot KGH1 dan KGH2," katanya.

Febrina menegaskan bahwa setiap proyek pengembangan di The Mandalika selalu mengacu pada masterplan kawasan serta mengikuti ketentuan tata kelola dan desain yang telah ditetapkan.

ITDC juga memastikan pemanfaatan lahan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang kawasan serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

“ITDC berharap pengembangan vila ini tak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” katanya. (ant/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:00
10:04
02:11
03:07
01:56
05:09

Viral