news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pekerja melintasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)..
Sumber :
  • Antara

IHSG Melemah di Awal Pekan, Investor Tunggu Hasil Pertemuan RI-MSCI

IHSG melemah di awal pekan karena investor menunggu hasil pertemuan otoritas RI dengan MSCI serta perkembangan kebijakan pasar modal nasional.
Senin, 2 Februari 2026 - 11:11 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada pembukaan perdagangan Senin (2/2/2026) di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap hasil pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan berlangsung sore ini.

IHSG dibuka turun 70,36 poin atau 0,84 persen ke level 8.259,25. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan justru bergerak menguat tipis 0,91 poin atau 0,11 persen ke posisi 834,44.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut secara teknikal IHSG masih berpotensi bergerak konsolidatif dalam rentang 8.150 hingga 8.600 sepanjang pekan ini. Menurutnya, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi sentimen eksternal maupun perkembangan kebijakan domestik.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.600, maka ada peluang indeks melanjutkan rebound,” ujar Ratna di Jakarta.

Pasar Cermati Pertemuan Otoritas RI-MSCI

Fokus utama investor saat ini tertuju pada hasil pertemuan antara otoritas pasar modal Indonesia dengan MSCI. Pertemuan tersebut dinilai krusial karena berpotensi memengaruhi persepsi investor global terhadap pasar saham Indonesia, termasuk terkait status dan daya tarik investasi jangka panjang.

Sikap wait and see dari investor, khususnya asing, membuat pergerakan IHSG cenderung tertahan meski sejumlah saham unggulan masih mencatatkan penguatan terbatas.

Gejolak Otoritas Pasar Modal Masih Jadi Sorotan

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga terus mencermati dinamika yang terjadi di sektor pasar modal, terutama setelah sejumlah pejabat otoritas diketahui mundur dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas dan keberlanjutan kebijakan di sektor keuangan.

Namun, Ratna menilai langkah cepat pemerintah dengan menunjuk pejabat sementara di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI menjadi sinyal positif bagi pasar. Selain itu, pernyataan pemerintah yang menekankan komitmen menjaga stabilitas pasar dinilai mampu membantu meredakan kekhawatiran investor.

“Selanjutnya, investor akan menantikan implementasi dari kebijakan yang sudah dicanangkan,” ujarnya.

Data Ekonomi Domestik Jadi Perhatian

Selain isu pasar modal, investor juga akan mencermati rilis sejumlah indikator ekonomi penting sepanjang pekan ini. Beberapa data yang menjadi sorotan antara lain:

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:31
00:52
05:07
03:02
05:40
01:21

Viral