news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti..
Sumber :
  • BPS

Garis Kemiskinan Naik 5,30 Persen, BPS: Pengeluaran Rumah Tangga Capai Rp3.053.269 per Bulan

BPS mengungkap jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 23,36 juta orang atau setara 8,25 persen dari total populasi.
Kamis, 5 Februari 2026 - 15:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat garis kemiskinan Indonesia mengalami kenaikan 5,30 persen pada September 2025 dibandingkan Maret 2025.

Kenaikan ini tercermin dari rata-rata pengeluaran rumah tangga miskin yang mencapai Rp3.053.269 per bulan, dengan rata-rata jumlah anggota keluarga sebanyak 4,76 orang.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan, pendekatan garis kemiskinan berbasis rumah tangga tersebut dinilai lebih mencerminkan kondisi riil pola konsumsi masyarakat Indonesia dibandingkan penghitungan per kapita harian.

Sebelumnya, garis kemiskinan dihitung berdasarkan pengeluaran per kapita sebesar Rp609.160 per orang per bulan atau sekitar Rp20.305 per hari.

Namun, menurut BPS, pendekatan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan pola pengeluaran masyarakat yang sebagian besar dilakukan secara kolektif dalam satu rumah tangga.

“Garis kemiskinan tersebut perlu diterjemahkan dalam konteks rumah tangga. Sumber data perhitungan kemiskinan dan ketimpangan adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional yang menggunakan pendekatan pengeluaran yang dikumpulkan di level rumah tangga,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Amalia menjelaskan, data kemiskinan dan ketimpangan disusun berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang mencatat pengeluaran pada tingkat rumah tangga.

Dalam praktiknya, pengeluaran masyarakat tidak hanya bersifat individual, tetapi juga dilakukan bersama-sama.

Ia mencontohkan, pembelian makanan siap saji dapat dilakukan masing-masing anggota keluarga, sementara kebutuhan pokok seperti beras, sewa rumah, listrik, dan bahan bakar merupakan pengeluaran kolektif rumah tangga.

Selain itu, BPS menegaskan bahwa garis kemiskinan nasional merupakan rata-rata tertimbang dari garis kemiskinan provinsi serta wilayah perkotaan dan perdesaan. Perbedaan tingkat harga dan pola konsumsi antarwilayah menyebabkan nilai garis kemiskinan bervariasi di setiap daerah.

“Garis kemiskinan disusun berdasarkan kebutuhan minimum bulanan untuk makanan dan non-makanan, sehingga akan lebih tepat bila kita lihat dalam konteks bulanan, bukan dalam konteks harian,” jelas Amalia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2025 tercatat sebanyak 23,36 juta orang atau setara 8,25 persen dari total populasi.

Angka ini menurun sekitar 490.000 orang dibandingkan Maret 2025, sekaligus melanjutkan tren penurunan jumlah penduduk miskin yang berlangsung sejak Maret 2023. (agr/rpi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:32
01:56
01:10
03:09
07:03
04:50

Viral