Momentum Pemulihan Industri Tekstil Diproyeksi Berlanjut ke 2026
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pusat Statistik merilis kinerja ekonomi Triwulan IV 2025 yang menyoroti pemulihan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Pada kuartal IV 2025, subsektor TPT tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan ekspor.
Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa fondasi industri tekstil nasional masih kokoh dan memiliki daya tahan tinggi.
Kebijakan pemerintah seperti penguatan pengawasan impor, penataan perizinan, dukungan pembiayaan, serta insentif fiskal bagi industri padat karya disebut turut menopang kinerja sektor ini.
Iqbal dari Aliansi Masyarakat Tekstil Indonesia mengapresiasi kebijakan pemerintah yang dinilai membantu menjaga stabilitas produksi, mempertahankan tenaga kerja, dan meningkatkan utilisasi pabrik.
“Ini bukti nyata bahwa keberpihakan terhadap industri strategis benar-benar dijalankan, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Selain faktor kebijakan, perbaikan permintaan domestik menjelang akhir tahun juga mendorong peningkatan produksi. Sejumlah pabrikan mulai menaikkan kapasitas untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan pada semester pertama 2026.
Namun, kesinambungan kebijakan proteksi yang terukur dan berbasis data dinilai penting agar momentum pertumbuhan tidak terhenti.
Iqbal juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai kerap menyampaikan narasi negatif terhadap capaian industri tekstil nasional.
Ia menyatakan bahwa kritik yang tidak berbasis data justru dapat mengganggu persepsi pasar dan iklim investasi.
“Kepentingan nasional harus diutamakan di atas kepentingan kelompok. Industri tekstil ini menyerap jutaan tenaga kerja dan sangat sensitif terhadap sentimen,” tegasnya.
Meski demikian, pelaku industri menilai tantangan global masih perlu diantisipasi agar momentum pertumbuhan tetap berlanjut. Ke depan, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan terus memperkuat ekosistem industri hulu hingga hilir guna menjaga tren pertumbuhan berkelanjutan pada 2026.
Load more