- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Prabowo Gagas Program Gentengisasi, Demokrat Nilai Bakal Sentuh Ekonomi Rakyat
Meski mendukung penuh, Herman menegaskan setiap program Presiden Prabowo tetap harus dijalankan dengan perencanaan yang jelas dan pengawasan yang ketat agar akuntabilitas keuangan negara tetap terjaga.
“Bagaimanapun saya kira akuntabilitas keuangan negara pasti memang harus ada sistem perencanaan negara dan pengawasan di dalam implementasinya,” tuturnya.
Diketahui, gagasan gentengisasi sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya memperindah wajah bangunan di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Prabowo menilai penggunaan seng masih cukup masif di berbagai daerah, padahal material tersebut dinilai kurang awet dan tidak ramah lingkungan.
“Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat, jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Maaf saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya, maaf bikin yang lain-lain deh,” kata Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Jawa Barat pada Senin (2/2).
“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi ke Indonesia,” lanjutnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, mayoritas rumah tangga di Indonesia sebenarnya sudah menggunakan genteng.
Sebanyak 57,93 persen atau 40.913.287 rumah tangga tercatat memakai genteng sebagai atap rumah. Sementara itu, 31,48 persen atau 22.232.058 rumah tangga masih menggunakan seng.
Material ini dikenal ringan, relatif awet, dan lebih murah, namun kerap dikeluhkan karena menimbulkan suara bising saat hujan serta membuat suhu rumah terasa lebih panas akibat sifat logam yang menyerap panas. (rpi/rpi)